TERKINI
Update cepat: berita terbaru tersaji sepanjang hari.

TERSANGKA NARKOBA ADIK KANDUNG PASHA UNGU, DIBAWA KE BNNP SULUT,

“Barang bukti mereka masih belum akui. Nanti setelah tiga pelaku lain berhasil kami amankan baru kita bisa tahu sabu-sabu itu dari mana,” tegas Bahar.

Helmi diketahui merupakan adik kandung Plt Wali Kota Palu, Sigit Purnomo Said, yang juga merupakan pengusaha di Kota Palu. Terungkap pula, bahwa Helmi tidak hanya menjadi target Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulteng saja namun juga BNNP Sulawesi Utara.

Salah satu pelaku penyalahgunaan narkotika yang sebelumnya ditangkap BNNP Sulut di Manado, menyebut nama Helmi sebagai salah satu orang di balik peredaran Narkoba di Manado.

Informasi ini pun, sebelum penangkapan Helmi, sudah disampaikan BNNP Sulut kepada BNNP Sulteng. Tertangkapnya Helmi sendiri oleh BNNP Sulteng memang secara kebetulan. Sebenarnya target dari penangkapan BNNP Sulteng adalah salah satu rekan dari HS.

Penggrebekan dilakukan di Homestay Ziban kamar nomor 06, Jalan I Gusti Ngurah Rai, Kelurahan Tavanjuka, Kecamatan Tatanga, Kota Palu, Senin 5 Oktober 2020. Helmi diamankan bersama lima orang lainnya, berinisial S, R, T dan N serta F.

Tapi saat melakukan penggeledahan, ada yang memprovokasi warga, sehingga massa berkumpul dan sejumlah pelaku berhasil melarikan diri. Provokasi sendiri, berhasil mengundang sejumlah massa, yang datang sudah dengan membawa senjata tajam.

“Karena kami yang bawa senjata api hanya empat orang, kami pun memilih mundur, tetapi empat orang termasuk H sudah keburu melarikan diri,” terang Kepala Bidang Pemberantasan.

Diketahui pula, saat melarikan diri, bersama tiga rekannya, HS menggunakan mobil Toyota Fortuner miliknya. Helmi juga mengarahkan kendaraannya ke kerumunan massa, sehingga petugas tidak dapat melakukan pengejaran. Helmi berhasil kembali ditangkap ketika melintas dengan mobil Alphard berplat Nomor B 16 BOS, di Jalan Dewi Sartika pada Rabu 7 Oktober 2020.

“Jadi dari barang bukti sebanyak 15 paket sabu yang kami amankan, sampai sekarang belum ada yang mengaku, baik pelaku berinisial HS, N dan F. Kuncinya sebenarnya di 3 pelaku yang masih lari ini,” kata Baharuddin.

Halaman Selanjutnya :Terkait status dari HS dan dua rekannya yang lain, hingga kini masih...
Komentar
maks. 1000 karakter
    Jadilah yang pertama berkomentar.