Pengumuman pemenang dalam tender mini kompetisi itu kembali memunculkan berbagai pertanyaan karena dinilai dipenuhi sejumlah kejanggalan.
Sejumlah sumber yang mengetahui proses tersebut menilai pola yang muncul dalam kedua paket proyek ini tidak lazim.
Pembatalan tender berulang, penetapan pemenang setelah beberapa kali proses ulang, serta munculnya perusahaan tertentu sebagai pemenang memunculkan dugaan adanya rekayasa tender.
Baca Juga : Jejak Gelap Tender Jalan Nasional
Berbagai kejanggalan itu mengarah pada dugaan bahwa tender mini kompetisi melalui e-katalog tersebut di duga kuat telah diarahkan sejak awal untuk memenangkan perusahaan tertentu.
Sejumlah indikasi bahkan menunjukkan bahwa proses tender diduga kuat telah diatur sejak dini sebelum tahapan evaluasi dilakukan.
Proses penetapan pemenang dalam tender mini kompetisi proyek preservasi jalan dan jembatan Batui–Toili–Rata–Baturube memunculkan banyak tanda tanya.
Selain karena proses tender yang berulang kali dibatalkan, latar belakang perusahaan pemenang juga mulai menjadi perhatian sejumlah pihak.
Beberapa peserta tender menilai pola yang muncul dalam proses pengadaan tersebut tidak lazim.
Tender yang dibuka, dibatalkan, lalu kembali dibuka hingga tiga kali memunculkan dugaan bahwa proses evaluasi tidak sepenuhnya berjalan secara kompetitif.
Dalam tahap akhir proses tersebut, dua perusahaan akhirnya ditetapkan sebagai pemenang, CV Medina Al Fatih untuk paket preservasi jalan dan PT Citra Putera Laterang untuk paket preservasi jembatan.
Baca Juga : Kasus PT RAS | Disidik-Disidik, Wassalam !
Namun penelusuran lebih jauh terhadap kedua perusahaan itu membuka sejumlah informasi yang menambah daftar pertanyaan mengenai proses tender tersebut.
Salah satu sumber yang mengetahui proses tersebut menyebut latar belakang perusahaan pemenang patut ditelusuri lebih jauh.
“Saya tahu perusahaan itu. CV Medina Al Fatih sebenarnya perusahaan baru yang beralamat di Luwuk. Saya juga tahu siapa yang membawa perusahaan itu,” kata sumber yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Menurut sumber tersebut, perusahaan yang memenangkan paket jembatan juga memiliki latar belakang yang menarik perhatian.
Perusahaan tersebut berasal dari Makassar dan memiliki kantor cabang di Poso.
