TERKINI
Update cepat: berita terbaru tersaji sepanjang hari.

Tender E-Katalog Jalan Jembatan Nasional Rp26,4 Miliar di Banggai Diduga Diatur

Namun, kata dia, perusahaan tersebut disebut-sebut dikendalikan oleh seorang kontraktor kelahiran Aceh yang kini diketahui berdomisili di Palu dan memiliki aktivitas usaha di Poso.

Informasi ini semakin memperkuat dugaan sejumlah pihak bahwa proses tender mini kompetisi dalam proyek tersebut tidak sepenuhnya berlangsung secara terbuka dan kompetitif.

Penelusuran lebih lanjut juga menemukan jejak lain yang berkaitan dengan perusahaan pemenang proyek jembatan.

Baca Juga : KPK & BPKP Diminta Turun | Merah di Proyek Lindu !

Perusahaan tersebut, PT Citra Putera La Terang, pernah disebut dalam proses hukum terkait dugaan tindak pidana korupsi.

Perusahaan ini dikaitkan dengan perkara dugaan korupsi pembangunan lanjutan Gedung Kantor DPRD Kabupaten Alor Tahap II Tahun Anggaran 2022 di Nusa Tenggara Timur.

Dalam perkara tersebut, aparat penegak hukum telah menetapkan sejumlah tersangka pada 14 Juli 2025.

Berdasarkan hasil penelusuran yang dilakukan, perusahaan tersebut kini disebut berada di bawah kendali kontraktor berinisial SBN untuk menggaet paket Preservasi jembatan di BPJN Sulteng.

Sumber yang mengetahui proses pengadaan menyebut kontraktor tersebut memiliki kedekatan dengan salah satu oknum penyelenggara di Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Tengah.

Sementara itu, untuk perusahaan pemenang paket preservasi jalan, CV Medina Al Fatih, sejumlah informasi menyebut perusahaan tersebut diduga memiliki afiliasi dengan salah seorang petinggi daerah di Kabupaten Banggai.

Baca Juga : Rame-rame Menjepit Pokja

Penelusuran di alamat perusahaan tersebut juga memunculkan temuan lain.

Lokasi yang tercantum sebagai alamat perusahaan diketahui merupakan sebuah bangunan rumah yang di sulap menjadi kantor

Temuan-temuan ini menambah daftar pertanyaan mengenai proses tender mini kompetisi dalam proyek preservasi jalan dan jembatan Batui–Toili–Rata–Baturube yang sebelumnya juga diwarnai pembatalan tender berulang.

Serangkaian kejanggalan dalam proses tender ini menempatkan proyek jalan dan jembatan Batui–Toili–Rata–Baturube perlu di bongkar dan di usut tuntas.

Transparansi dari penyelenggara kini menjadi kunci untuk menjawab berbagai tanda tanya yang muncul.

Related posts: