TERKINI
Update cepat: berita terbaru tersaji sepanjang hari.

Agussalim Tanggapi Polemik Tambang Emas Dongi-Dongi, Tegaskan Status Enklave Sejak 2013

Agussalim juga menegaskan bahwa keterlibatannya dalam isu Dongi-Dongi bukanlah hal baru. Ia mengaku memiliki kedekatan emosional dengan masyarakat setempat karena telah mendampingi mereka selama hampir dua dekade.

“Saya sudah 18 tahun bolak-balik mendampingi masyarakat Dongi-Dongi. Jadi kalau ada yang menyebut saya tiba-tiba membela Dongi-Dongi, itu keliru,” ujarnya.

Terkait isu keberadaan situs megalit yang dikaitkan dengan aktivitas pertambangan, Agussalim meminta agar pernyataan yang disampaikan tetap berbasis data dan dokumen resmi.

“Jika memang ada situs purbakala yang dilindungi di sana, harus jelas dasar penetapannya dari pemerintah. Jangan menggunakan asumsi. Kita harus rasional dan melihat persoalan hingga ke akar masalah,” tegasnya.

Ia berharap polemik Dongi-Dongi dapat disikapi secara jernih dengan mendorong pemerintah melakukan pendampingan terhadap aktivitas masyarakat, bukan justru memusuhi atau menghentikannya.

“Yang dibutuhkan sekarang adalah pendampingan dari pemerintah. Jangan sampai kritik yang muncul justru berujung pada penutupan aktivitas masyarakat,” kata Agussalim.