Berdasarkan hasil catatan Koran Trilogi, penanganan ruas Kebun Kopi saat itu terdiri atas dua paket yakni pertama rekonstruksi dan penanganan lereng Nupabomba-Kebun Kopi-Toboli sepanjang enam kilometer yang menghabiskan dana APBN tahun jamak (2017-2018) sebesar Rp123,2 miliar dan dikerjakan kontraktor PT. Wasco SP-KSO.
Paket kedua adalah rekonstruksi dan penanganan lereng Tawaeli-Nupabomba-Kebun Kopi-Toboli (4 km) menggunakan dana APBN tahun jamak (2017-2018) sebesar Rp74,7 miliar dikerjakan PT. Tunggal Mandiri Jaya (TMJ). Kedua kontrak paket itu berakhir atau selesai pada September 2018 silam.
Pada tahun 2019 BPJN XIV Palu, melalui Satker PJN Wilayah II kembali mengalokasikan anggaran untuk penanganan lereng dengan total senilai Rp302 Miliar, yang dibagi menjadi empat paket diantaranya Rekonstruksi dan penanganan lereng Tawaeli-Nupabomba-Kebonkopi-Toboli II (MYC) Pelaksana PT Bumi Duta Persada, nilai kontrak Rp111 miliar.
Kemudian Rekonstruksi dan penanganan lereng Tawaeli-Nupabomba-Kebun Kopi-Toboli III Pelaksana PT Istaka Karya (persero), nilai kontrak Rp122 miliar, Penanganan longsoran Tawaeli–Nupabomba–Kebun Kopi–Toboli IV Pelaksana PT DD Brother Construction, nilai kontrak Rp35 miliar, serta Penanganan longsoran Tawaeli–Nupabomba–Kebonkopi–Toboli V yang digarap oleh PT Kurnia Mulia Mandiri, nilai kontrak Rp34 miliar. Namun secara keseluruhan, penanganan ruas Tawaeli-Toboli diperkirakan akan tuntas pada tahun 2022.
Proyek kebun kopi ini menggairahkan pembangunan infrastruktur agar secara bersamaan juga dapat menumbuhkan sector pariwisata, insudtri, pelabuhan sebagai sector trasnportasi. Dengan demikian, laju pergerakan barang dan jasa mengalir lebih lancer, mengehemat waktu tempuh untuk menggapai tujuan sekaligus untuk menghidupkan interaksi antar sector yang mendukung kehidupan masyarakat luas.
Diharapka pula sector perdagangan berpacu lebih pesat dampak ikutanya, memudahkan arus ekspor ke tingkat global yang pada giliranya memicu kinerja daya saing yang lebih mumpuni. Ruas Kebun kopi – Toboli sepanjang 40 Km yang sudah berkondisi mantap tersebut terkoneksi antar infrastruktur yang disinergikan dengan infrastruktur lainya ke berbagai kawasan termasuk kawasan perkotaan.
Penulis : Wahyudi / Koran Trilogi
