Kemudian melakukan manajemen drainase pada setiap trap lereng dengan menggunakan saluran trapesium yang kemudian dialirkan menggunakan tipe DS 1 secara vertikal agar air yang turun tidak membebani lereng tersebut. Lalu penggunan Geogrid Biaxial sebagai perkuatan yang bertujuan untuk menstabilkan lereng serta di kombinasikan dengan pemasangan Geomat yang berfungsi sebagai media tanam untuk tempat tumbuhnya jenis tanaman kacang-kacangan agar mencegah terjadinya erosi.
Baca Juga : PEMKAB SIGI DUKUNG PUPR TANGANI INFRASTRUKTUR PASCABENCANA
Baca Juga : 25,43 KILOMETER JALAN PROVINSI DITANGANI OLEH BPJN XIV PALU
Kebun Kopi adalah nama suatu wilayah di Sulawesi Tengah, yang berada di daerah perbukitan. Daerah ini terkenal karena lerengnya yang rawan longsor. Sebelumnya, masyarakat Sulawesi Tengah yang ingin melewati Kebun Kopi umumnya membawa bekal makanan dan dongkrak untuk mengantisipasi jika sewaktu-waktu terjadi longsor dan mereka tak dapat melanjutkan perjalanan.
Jalan Kebun Kopi ini merupakan jalan akses masyarakat Palu untuk menuju ke Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Gorontalo & Manado, serta Provinsi Sulawesi Tenggarai. Sejak tahun 2017 hingga tahun 2019 lalu, Ditjen Bina Marga melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN XIV Palu) mengalokasikan anggaran untuk penanganan lereng pada jalan Kebun kopi dengan resloping lereng agar lebih landai dan memperkuat tebing dengan teknologi geogrid untuk menahan jatuhnya batuan dan geomat untuk mengontrol erosi serta sebagai media tumbuhnya tanaman. Jadi, selain lebih aman, teknologi yang digunakan untuk penanganan lereng Kebun Kopi juga ramah lingkungan dan memiliki daya tarik pariwisata.

