Smart Farming konsep besar tantangan Sulawesi Tengah bagi petani dan industri, dalam mendukung pembangunan IKN. Grand Desain ini, diklaim meningkatkan produktivitas dengan analisis data yang tepat.
Smart Farming menjadi solusi yang dapat digunakan untuk memasok dan penyangga pangan Ibukota Negara Baru (IKN) dan memenuhi pangan industri pertambangan di Sulawesi Tengah. Program itu diklaim dapat meningkatkan pendapatan petani dan industri lokal.

Gagasan smart farming tersebut di definisikan sebagai sistem pengelolaan pertanian dan industri berbasis teknologi yang dapat membantu meningkatkan hasil produksi secara kuantitas.
Baca Juga : Satu Paket Menggasir Anggaran
Hal itu dikatakan oleh Gubernur Sulawesi Tengah, Rusdi Mastura melalui pers rilis yang dibuat oleh Tenaga Ahli Bidang Komunkasi Publik, dijelaskan bahwa teknologi smart farming ini adalah salah satu Grand Desain untuk menjawab Provinsi Sulawesi Tengah yang menjadi salah satu dari lima provinsi yang ditetapkan Presiden Joko Widodo sebagai daerah penyangga pangan dan industri dalam upaya mendukung pembangunan IKN di Penajam Paser Utara dan sekitarnya.
Dalam menghadapi kebangkitan ekonomi, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menunjukan bahwa penerapan smart farming mampu membantu berbagai kegiatan dibidang pertanian dan industri serta berpotensi meningkatkan pendapatan dan berkelanjutan.
