Mereka juga mengaku tidak mengetahui sampai kapan kondisi seperti ini akan berlangsung. Namun sejumlah pemilik usaha bahan bangunan itu mengaku semen kosong karena faktor pengiriman dari sejumlah distributor semen di Kota Palu sedikit terlambat akibat stock digudang menipis.
Sejumlah warga yang ditemui pun mulai mengeluhkan dan bahkan resah dengan kondisi menghilangnya semen dari pasaran.
Sebab menurut warga, akibat kosongnya semen membuat pekerja terganggu, karena tidak bisa menyelesaikan bangunannya.
Ia berharap pemerintah dan aparat berwajib turun tangan, tidak tinggal diam dalam mengatasi persoalan tersebut.
“Ini pasti ada apa-apanya sampai semen menghilang dari pasaran. Tolong ini segera ditindaklanjuti, jangan ada pihak yang mengeruk keuntungan pascabencana,” kata Iwan, seorang warga saat ditemui di sebuah toko bahan bangunan Jalan RE Martadinata Kelurahan Tondo.
