Dalam rapat tersebut, pemerintah daerah mengidentifikasi beberapa kecamatan yang masuk kategori wilayah terpencil, yakni Dolo Barat, Lindu, dan Kulawi.
Menurut Nuim, pemetaan wilayah penerima manfaat MBG harus dilakukan secara akurat agar proses distribusi berjalan efisien dan pengawasan dapat dilakukan secara optimal.
Pemerintah Kabupaten Sigi juga memastikan kesiapan fasilitas pendukung. Tahun ini, beberapa infrastruktur MBG akan dibangun di Marawola dan Dolo melalui kerja sama dengan Badan Gizi Nasional.
Baca Juga : Panen Raya di Sigi Menandai Kebangkitan Pertanian Pasca Bencana
Sarana dan prasarana program tersebut ditanggung langsung oleh pemerintah daerah.
“Untuk Kecamatan Pipikoro, kami memahami tantangan besar karena wilayahnya memiliki 14 desa dengan jarak antarwilayah yang cukup jauh. Karena itu, kami minta agar infrastruktur jalan menjadi perhatian bersama. Koordinasikan dengan Dinas Pekerjaan Umum agar distribusi makanan bergizi berjalan lancar,” ujar Nuim.
Dalam rapat koordinasi ini, peran Sekda Sigi dalam koordinasi Satgas MBG menjadi kunci penggerak sinergi antarsektor.
