Menurut Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Donggala, Anjas Budi Setiawan, infrastruktur yang sedang dibangun menggunakan rigid beton untuk menahan beban kendaraan besar hingga 12 ton, termasuk truk pengangkut sawit.
“Proyek ini bertujuan membuka akses lebih luas bagi masyarakat Lalundu yang selama ini terisolasi akibat kondisi jalan yang buruk,” kata Anjas melalui keterangan tertulis, Rabu (13/12/2023).
Tantangan Cuaca dan Curah Hujan Tinggi
Namun, upaya ini tidak tanpa tantangan. Tingginya curah hujan di Kecamatan Rio Pakava dari Februari hingga Agustus 2023 kerap memicu banjir di sejumlah titik.
Kondisi ini mengakibatkan akses jalan terputus hingga tiga kali, menghambat distribusi material, logistik, dan mobilitas masyarakat.
“Banjir besar memperlambat penyelesaian proyek di lapangan. Namun, kami tetap berupaya maksimal untuk menyelesaikan pembangunan ini sesuai target,” ujar Anjas.
Berdasarkan data Pos Hujan BPP Lalundu, wilayah ini memang termasuk dalam area dengan curah hujan tinggi, sehingga membutuhkan strategi khusus dalam pengerjaan infrastruktur.
Upaya Tingkatkan Taraf Hidup Masyarakat
Pembangunan jalan di Rio Pakava diharapkan membawa dampak positif bagi masyarakat setempat.
