Setelah seluruh pekerjaan TA 2026 selesai, angka tersebut diproyeksikan meningkat menjadi sekitar 87,26 persen pada akhir Semester II Tahun 2026.
Sementara itu, total anggaran BPJN Sulawesi Tengah 2026 yang dikelola mencapai Rp752.280.361.000, terdiri atas:
- Rp567.563.108.000 bersumber dari Rupiah Murni (RM);
- Rp143.900.710.000 bersumber dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN); dan
- Rp40.816.543.000 bersumber dari Pinjaman/Hibah Luar Negeri (PHLN).
BPJN Sulawesi Tengah juga mengelola total 2.261,61 kilometer jalan nasional yang terbagi ke empat satuan kerja.
Rinciannya sebagai berikut:
- Satker PJN Wilayah I: 545,83 km
- Satker PJN Wilayah II: 587,22 km
- Satker PJN Wilayah III: 586,35 km
- Satker PJN Wilayah IV: 542,21 km
BACA JUGA : Berkat BPJN Sulteng, Preservasi Jalan Buol Lingadan Bikin Jarak Serasa Sejengkal
Dengan total panjang tersebut, pembangunan jalan nasional Sulawesi Tengah menjadi salah satu program strategis untuk menjaga konektivitas wilayah dan meningkatkan pelayanan transportasi di provinsi tersebut.
Kepala Seksi Preservasi Jalan dan Jembatan, Kamaruddin Dg Siki, berharap seluruh paket pekerjaan Tahun Anggaran 2026 dapat diselesaikan tepat waktu, tepat mutu, tepat biaya, serta memenuhi standar keselamatan konstruksi.
BACA JUGA : Update Jalan Tentena Taripa | Heboh Jalan Lumpuh, Kontraktor Buka Fakta Lapangan
Ia juga menegaskan bahwa seluruh satuan kerja, PPK, penyedia jasa, dan konsultan pengawas terus didorong meningkatkan kualitas pengendalian pelaksanaan pekerjaan agar target kemantapan jalan nasional Sulawesi Tengah pada akhir tahun dapat tercapai.
