Titik kedua, dengan metode facing beton, sudah selesai seratus persen. Sementara titik ketiga masih berada pada tahap pemasangan bouwplank.
Baca Juga : Preservasi Jalan Pagimana Batui Ditargetkan Rampung Akhir Tahun 2025
Untuk abrasi pantai, kontraktor pelaksana proyek telah merampungkan pemasangan sandsheet.
Tahap berikutnya berupa marka jalan juga telah dilaksanakan. Pekerjaan lanjutan masih berjalan di beberapa segmen untuk memperkuat perlindungan badan jalan dari ancaman abrasi.
Pelaksanaan proyek tidak lepas dari kendala teknis maupun non-teknis. Curah hujan tinggi serta kerusakan peralatan menjadi hambatan yang kerap ditemui di lapangan.
Ibrahim Tjane menegaskan, pihak kontraktor dan penyedia jasa menyiapkan strategi agar hambatan tersebut tidak mengganggu target penyelesaian.
“Penyedia jasa selalu siap memperbaiki kerusakan atau mengganti unit alat yang membutuhkan waktu lama untuk perbaikan. Selain itu, rapat pengendalian dilakukan setiap minggu untuk menyelesaikan permasalahan di lapangan,” ujar Ibrahim.
Baca Juga : Jembatan Palu 4, Simbol Kebangkitan & Poros Ekonomi Baru Sulawesi Tengah
Kontraktor memastikan kualitas pekerjaan mengacu pada Spesifikasi Bina Marga 2018 Revisi 2. Setiap material dan hasil pekerjaan diperiksa bersama oleh penyedia jasa, konsultan pengawas, serta tim PPK.
