Sementara Rehabilitasi Jembatan mencapai 64,34% dari target 59,86% dengan deviasi positif 4,48%.
Capaian paling menonjol tercatat pada Pemeliharaan Berkala Jembatan.
Realisasi pekerjaan telah mencapai 85,47%, jauh melampaui target 28,21% dengan deviasi positif mencapai 57,26%.
Meski progres telah melampaui target, tim proyek belum mengendurkan percepatan pekerjaan.
Evaluasi harian menjadi instrumen utama untuk menjaga ritme pelaksanaan hingga akhir masa kontrak.
“Selalu membuat rencana kerja percepatan yang dievaluasi tiap hari sehingga jika tidak tercapai hari ini kami akan mengejar target tersebut esok harinya, begitu seterusnya,” ujar Hikmawati.
Strategi tersebut dinilai penting untuk menjaga konsistensi progres sekaligus memastikan seluruh pekerjaan berjalan sesuai standar mutu dan jadwal yang telah ditetapkan.
Percepatan progres proyek ini diharapkan memperkuat konektivitas ruas Jalan Nasional Tolai-Sausu yang menjadi salah satu urat nadi mobilitas masyarakat dan distribusi logistik di kawasan Sulawesi Tengah.
Selain meningkatkan kemantapan jalan, proyek yang didukung melalui sumber pendanaan SBSN Tolai Sausu tersebut juga diharapkan mampu mendorong aktivitas ekonomi masyarakat, memperlancar arus barang dan jasa, serta meningkatkan aksesibilitas antarwilayah.
Dengan progres fisik mencapai 36,41% dan deviasi positif 4,79%, Pilot Project SBSN Tolai Sausu saat ini menjadi salah satu paket preservasi jalan yang menunjukkan kinerja konstruksi di atas target pada tahun berjalan.
