Dari sisi waktu pelaksanaan, proyek telah berjalan selama 153 hari dengan sisa waktu kontrak 214 hari.
Tidak hanya berdasarkan skema Multi Years Contract (MYC), capaian tahunan proyek juga menunjukkan tren positif.
Realisasi fisik tahun 2026 mencapai 37,23%, melampaui target 30,32% dengan deviasi positif sebesar 6,91%.
Hikmawati mengatakan sejumlah item pekerjaan menjadi motor utama percepatan progres proyek.
“Pekerjaan Aspal, Lapis Pondasi Agregat Klas A, Lapis Pondasi Agregat Klas B, dan pekerjaan Pas Batu Mortar yang hampir finish,” katanya saat yang dijelaskan pekerjaan yang paling berkontribusi terhadap percepatan paket tersebut.
Data lapangan menunjukkan hampir seluruh item pekerjaan mencatatkan realisasi di atas target.
Pekerjaan Rutin Jalan mencapai 51,54% dari target 41,86% atau deviasi positif 9,68%.
Rutin Kondisi mencapai 41,70% dari target 36,05% dengan deviasi 5,65%.
Selanjutnya, pekerjaan Rutin Jembatan terealisasi 47,50% dibanding target 44,60% atau deviasi 2,90%.
Penanganan Drainase mencapai 58,78% dari target 57,21% dengan deviasi 1,57%.
Pada pekerjaan Pelebaran Jalan, realisasi tercatat 31,69% dibanding target 27,44% atau deviasi 4,25%.
