TERKINI
Update cepat: berita terbaru tersaji sepanjang hari.

PERANG DIGITAL PILGUB SULTENG

Hingga saat ini, baru pasangan Rusdi Mastura – Ma’mun Amir yang merilis lembaga survei bagaimana peta kekuatan dan dukungannya. Yang pasti, masing-masing figur yang sudah resmi mendaftar ke KPU Provinsi Sulteng itu memiliki kekuatan dan kelemahan yang akan menjadi penentu kemenangan dan kekalahannya.

Hidayat Lamakarate, misalnya, ia sudah memiliki modal dari segi popularitas dan kinerja sebagai birokrat. Mengingat pasangan ini adalah pasangan duel birokrat yang digadang-gadang dengan tingkat popularitas di atas rata-rata.

Sementara Rusdi Mastura, merupakan figur yang sudah relatif dikenal oleh masyarakat Sulawesi Tengah. Seperti diketahui,  ia adalah mantan Walikota Palu dua periode yang juga calon Gubernur pada konvensi Partai Nasdem untuk Pilgub Sulteng tahun ini.

Hingga saat ini Negara dan daerah kita sedang dilanda pandemi virus corona (covid-19). Tidak hanya dalam sisi ekonomi yang kini telah merosot, pandemi covid-19 juga telah merasuk jauh ke dalam kehidupan masyarakat, bahkan dunia politik daerah telah mempengaruhinya; buktinya Pilkada tahun ini memiliki aturan yang berbeda dengan Pilkada serentak tahun-tahun sebelumnya.

Mungkin juga ini sebagai ruang yang pas bagi para kontestan politik untuk mempersiapkan diri secara baik untuk merancang strateginya. Publik pun sekarang semakin familiar dengan berbagai survei, slogan-slogan politik dan pertarungan gagasan dari para calon. Lebih menariknya lagi kalau kita bidik pencitraan para kandidat di media social : grup-grup dan fanpage facebook, telah ramai diisi dengan iklan-iklan tentang para calon.

Pertarungan gagasan di media social semakin menjadi-jadi. Setiap fanpage mempertahankan elektabilitas dari calon idaman masing-masing. Aura kompetisi pilgub ini juga sangat nampak lewat sentilan pemberitaan dan diskusi di medsos, manuver, dan lobi-lobi para calon.

Semakin gemparnya pertarungan gagasan atau opini di medsos berjalan beriringan dengan lahirnya kekuasaan kapitalisme. Banyak hoaks yang sengaja dibuat dengan tujuan melemahkan subjektivitas individu tertentu, sehingga mereka yang melek teknologi sewenang-wenang menguasai medsos, membuat gagasan atau opini yang menghancurkan elektabilitas calon tertentu.

Pertarungan opini di Pilgub Sulteng kian padat dan melampui keadaan. Di tengah baragam strategi persuasi yang dijalankan kedua pasangan kandidat, bermunculan propaganda membahayakan yang dilakukan beragam kelompok. Hampir setiap saat kita menjumpai propaganda hitam beredar di media sosial, lewat smartphone, bahkan tak jarang menyeruak lewat media arus utama seperti di media cetak maupun elektronika. Butuh kemampuan literasi politik agar adu strategi untuk penetrasi ke simpul pemilih tak sekadar melegitimasi diri atau mendelegitimasi pihak lain, tetapi menjadi ajang dialektika gagasan dan program ke depan.

Related posts:

Halaman Selanjutnya :Lantas bagaimana kedudukan mereka yang gagap teknologi?
Komentar
maks. 1000 karakter
    Jadilah yang pertama berkomentar.