TERKINI
Update cepat: berita terbaru tersaji sepanjang hari.

Penyelendup Asing di Pelupuk Mata

Nama Mr Cen pengusaha asing asal Korea bersama kaki tanganya di Palu, ditenggarai terlibat menyelundupkan material hasil pertambangan yang mengandung unsur tembaga (CU/Curpum) kedalam kontainer untuk dikirim ke Surabaya. Ada skenario besar untuk meredam kasus ini !. "Penyelendup Asing di Pelupuk Mata"

Selain meminta keterangan sejumlah saksi, Polda Sulteng juga dikabarkan telah menurunkan tim dalam mengungkap siapa dalang dan mata rantai dalam upaya penyeludupan Material Tambang asal Hutan Lindung dari Dusun Ogotaring, Desa Oyom.

Penyelendup Asing di Pelupuk Mata
Gudang sewa tempat penampungan bahan baku CU berlokasi di Kelurahan Taipa, Kota Palu. DOk Foto Ist

“Untuk kasus saat ini sudah diambil alih oleh krimsus Polda pak ,silahkan bisa dikonfirmasi ke krimsus polda “ kata Kapolsek KP3 Pantoloan, Ipda Nur Habib Auliya, yang dilansir dari Portalsulawesi.

Pernyataan juga dikuatkan oleh Kabidhumas Polda Sulteng, Kombes Didik Supranoto ketika dikonfirmasi dihari yang berbeda.

“Kasusnya ditangani oleh Ditrimsus , sekarang dalam proses penyelidikan dan pemeriksaan para saksi-saksi “ jelas mantan Wadirkrimsus pekan lalu, Rabu 12 Januari 2022.

Berdasarkan informasi sumber secara rahasia, jika penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Direskrimsus) Polda Sulteng telah memeriksa sejumlah orang yang terkait dengan kasus itu.

Salah satunya adalah Kiki, dia diketahui sebagai kaki tangan dari Mr Cen yang dikabarkan namanya tercatat sebagai penyewa atau pemesan kontainer dari jasa pelayanan armada laut milik PT Pelayaran Tempuran Emas atau Temas Line.

“Orang yang pesan Kontainer tersebut adalah ibu kiki, itu orangnya Mr. Cen ,mungkin bosnya yang suruh pesan Kontainer itu “ ungkap Sumber yang meminta identitasnya tidak dipublis.

Tercium Sebelum Lolos

Berbekal secuil informasi awal, investigasi ini berhasil membuka perlakukan adanya indikasi kongkalikong pengiriman bahan baku CU/Curpum tembaga hasil penambangan illegal dikawasan hutan lindung Desa Oyom, Kabupaten Tolitoli.

Jejak itu terdeteksi, berawal dari informasi sumber terpercaya yang dikutip dari PortalSulawesi.id, bahwa terjadi pengiriman bahan mentah CU/Curpum tembaga melalui jalur darat menuju salah satu gudang di Kelurahan Taipa, Kota Palu.

Related posts:

Halaman Selanjutnya :Puluhan ton bebatuan hasil penambangan illegal itu lalu dikemas dalam ratusan karung...