Eko membeberkan Pada TA 2024 ini, BPJN Sulawesi Tengah sedang melaksanakan pembangunan beberapa infrastruktur seperti revitalisasi drainase di ruas jalan Bungku-Bahodopi-Batas Sultra, pelebaran badan jalan dan preservasi jalan dengan total nilai kontrak sebesar Rp 26,782.210.500 yang dikerjakan penyedia jasa PT Surya Baru Cemerlang.
“Pekerjaan ini di mulakan tanggal 7 Februari 2024, untuk saat ini progres fisiknya sudah mencapai 29,731% dari rencana 29,468.% dan deviasi +0,263%” bebernya.
Dalam penanganan kegiatan paket preservasi jalan ruas Bungku-Bahodopi-Batas Sultra yang dikerjakan oleh penyedia jasa PT Surya Baru Cemerlang, kata Eko, ditangani meliputi lima lingkup pekerjaan diantaranya penanganan rutin kondisi tersebar di sepanjang 37,09 Km, penanganan Holding tersebar sejauh 18,00 Km, Rehabilitasi minor jalan sepanjang 2,5 Km, penanganan drainase sepanjang 2,093 Km dan berkala jembatan 105.20 Km.
Menurut Eko, untuk saat ini dilakukan penanganan pada lingkup drainase sepanjang 2,093 Km. Pada spot ini, kata dia, kondisi elevasi badan jalan lebih rendah daripada bangunan di sisi kiri dan kanan, sedangkan di belakang bangunan lapak pedagang dan terdapat Rawa-rawa yang jika dalam kondisi curah hujan tinggi akan masuk kedalam bangunan milik warga dan melimpas ke badan jalan.
“Untuk itu sepanjang kurang lebih 2km sedang kami buat saluran samping dan dipasang 3 titik cross drain yang outletnya menuju ke laut dan badan jalan pun kami ditinggikan agar air buangan dari rumah penduduk dan dari rawa tidak lagi menggenangi badan jalan” tambahnya.
Dukungan dari Pemerintah
Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga Kementerian PUPR melalui BPJN Sulawesi Tengah telah memberikan dukungan penuh terhadap proyek ini.
Kepala BPJN Sulawesi Tengah, Dadi Muradi, ST,.MT melalui PPK 4.4 Provinsi Sulawesi Tengah, Eko Galih Prasetyo, ST,. MT, menyatakan bahwa peningkatan kapasitas jalan TA 2024 di KI Morowali merupakan bagian dari program Bina Marga dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Untuk itu PPK 4.4 Provinsi Sulawesi Tengah, saat ini sedang mengusulkan penanganan pelebaran jalan di Ruas Bungku-Bahodopi-Bts sultra, namun hal itu memerlukan dukungan dari pemerintah daerah untuk dapat menertibkan kawasan pemukiman yang sudah masuk kedalam ruang milik jalan.
“Kami juga mengharapkan adanya peran serta dari masing-masing Desa di sepanjang jalan ruas Bungku-Bahodopi-Bts sultra untuk dapat menjaga kebersihan dan memberikan kesadaran kepada masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan apalagi di fasilitas-fasilitas pelengkap jalan” ujarnya.
Saat ini BPJN Sulawesi Tengah menargetkan penanganan jalan di KI Morowali yang berada pada jalan ruas Bungku-Bahodopi-Bts sultra sejauh 107,02 Km itu, berencana melakukan pelebaran badan jalan, hal itu dilakukan sebagai solusi untuk mengurai kemacetan di wilayah daerah pertambangan nikel.
“Yang menjadi target kami adalah Pelebaran Jalan Bungku-Bahodopi-Batas Sultra, namun kami juga berharap agar nantinya masyarakat juga turut serta menjaga agar kondisi jalan tetap dalam kondisi baik. Tantangannya adalah kita bekerja dengan kondisi jam kerja yang di pengaruhi oleh kepadatan lalu lintas, terutama pada saat pergantian shift kerja karyawan PT IMIP” Tutup Eko.
Tantangan & Solusi BPJN Sulawesi Tengah
Meskipun proyek ini membawa banyak manfaat, pelaksanaannya tidak tanpa tantangan. Salah satu tantangan yang di alami oleh PPK 4.4 Provinsi Sulawesi Tengah adalah pemukiman warga yang masuk ruang milik jalan. Proses ini memerlukan waktu yang tidak sedikit.
Untuk mengatasi hal ini, BPJN Sulawesi Tengah meminta dukungan pemerintah daerah bekerja sama dengan masyarakat setempat untuk memastikan proses pelebaran jalan ini berjalan lancar dan adil.
