Sampai saat ini masih bertahan di beberapa titik penampungan pengungsi, terutama yang rumahnya hanyut terseret banjir.
Guna membantu masyarakat yang terdampak bencana alam, para relawan kemanusiaan bersama dengan unsur TNI/Polri, Basarnas, Dinsos, BPBD, dan masyarakat berada di lokasi banjir, ungkap Akris.
Berdasarkan informasi dari BMKG Pusat, puncak fenomena La Nina diprediksikan terjadi pada Januari hingga Februari 2021, tetapi curah hujan tinggi sudah dimulai dari Oktober 2020 sehingga perlu waspada terhadap dampak dari yang ditimbulkan.
Curah hujan yang tinggi sangat berpeluang terjadinya bencana alam seperti banjir dan tanah longsor.
