TERKINI
Update cepat: berita terbaru tersaji sepanjang hari.

Jembatan Palu 4, Simbol Kebangkitan Kota & Poros Ekonomi Baru Sulawesi Tengah

Lebih dari aspek teknis, keberadaan Jembatan Palu 4 juga menyimpan makna simbolis bagi masyarakat.

“Jembatan ini adalah simbol bangkitnya Kota Palu. Saat 2018, banyak yang pesimis kota ini akan mati. Namun dengan berdirinya kembali jembatan sebesar ini, kami ingin masyarakat juga bangkit, bahkan lebih baik dari sebelumnya,” kata Bambang.

Dalam proses pembangunan, BPJN Sulteng juga menerapkan teknologi mutakhir.

Dua teknologi utama digunakan, yakni O-Cell test pada tiang borepile untuk memastikan integritas tiang secara detail sebelum ditanam, serta penggunaan strand berdiameter 25,6 mm dari Jepang.

Teknologi strand ini memiliki kekuatan tarik lebih besar dibanding standar 15,24 mm, lebih tahan terhadap beban, serta efisien karena hanya membutuhkan satu kali stressing per tendon.

Bambang menambahkan bahwa masyarakat lokal berperan penting dalam mendukung rekonstruksi ini. Mereka kooperatif saat pembebasan lahan sehingga pekerjaan berjalan lancar.

Banyak pula pekerja lokal yang dilibatkan, mengingat mereka memahami kondisi sekitar jembatan.

Namun, untuk pemeliharaan ke depan, kewenangan akan diserahkan kepada pemerintah daerah.

Untuk memastikan keamanan jangka panjang, BPJN Sulteng telah menyiapkan manual pemeliharaan yang akan diserahkan ke Pemda.

Dengan pemeliharaan rutin, Jembatan Palu 4 diharapkan tetap berfungsi optimal selama puluhan tahun.

Dari sisi fungsi, Jembatan Palu 4 akan menjadi poros utama mobilitas barang dan jasa.

Semua kendaraan berat nantinya diarahkan melalui jembatan ini, sehingga tidak lagi masuk ke pusat kota.

Halaman Selanjutnya :Jalur ini menghubungkan Palu dengan Donggala, memangkas waktu tempuh, sekaligus memperlancar arus...