TERKINI
Update cepat: berita terbaru tersaji sepanjang hari.

PEMBANGUNAN JEMBATAN BAHOMOTEVE I DIKEBUT MAKSIMAL

“Biasanya keterlambatan dengan team dari WIKA, karena kontrak Girder pengadaan dan pemasangan dengan WIKA Beton Makasar. Selama ini banyak terjadi keterlambatan karena tim pemasangan dari pihak WIKA yang terbatas” Jelasnya kepada Koran Trilogi.

Subhan mengatakan pengerjaan abutment berikut pilar jembatan merupakan pekerjaan yang membutuhkan waktu lama. Selain menunggu kering, juga untuk persiapan meletakkan badan jembatan yang berupa beton pracetak.

“Konstruki badan jembatan menggunakan beton pracetak. Untuk pemasangan, tentu harus menunggu pilar jembatan yang baru dicor, benar-benar kering. Setelah itu baru pengerjaan badan jembatan” pungkasnya.

Subhan menambahkan, bentang Jembatan Bahomotofe I  sepanjang 38,6 meter  dan lebar 14 meter. Namun demikian, untuk pembangunan jembatan tersebut harus membuat akses jalan masuk alat berat dan material jembatan, dengan itu pihak management  PT Putera La Terang akhirnya berinisiatif untuk membantu pemerintah dengan membebaskan satu unit rumah dan lahan warga seharga Rp205 juta  untuk kepentingan pembangunan jembatan.

“Untuk proyek jembatan ini  ada satu rumah warga saya bayar untuk diambil buat kepentingan pembangunan jembatan sebesar 200 juta dan lahan warga 5 juta jadi total 205 juta semua yang diserahkan disaksikan langsung oleh kepala desa. Hal ini hanya ingin menyelematkan agar pembangunan jembatan ini tidak terhambat. Kami optimis pekerjaan dapat selesai sesuai waktu yang ditentukan. Cuaca memang salah satu kendala, akan tetapi hal tersebut dapat diatasi dengan lebih mengintensifkan pekerjaan. Apabila memang dibutuhkan, tenaga kerja juga siap ditambah,” tegasnya.

Jembatan Bahomotefe I ini merupakan penghubung utama antara ibu kota Kabupaten Morowali dengan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) yang berlokasi di desa Fatufia, Kecamatan Bahodopi, sebuah kawasan indusri pertambangan nikel terbesar di Indonesia yang mempekerjakan sekitar 35.000 tenaga kerja.

Dengan dibangunya jembatan permanen Bahomotefe I ini, praktis jalur trans Sulawesi akan memacu pertumbuhan ekonomi khsusnya masyarakat Kabupaten Morowali dan kawasan industry  dan juga mengurai kemacetan jalur hubungan darat baik dari arah Palu, ibu kota Sulawesi Tengah maupun dari arah Kendari, ibu kota Sulawesi Tenggara.

Irsan salah satu warga yang berdomisili di desa Kolono yang dihubungi dari Palu mengaku senang dengan dibangunya jembatan permanen di Bahomotefe oleh Pemerintah pusat. Menurutnya selama ini, dirinya sekaligus mewakili keresahan masyarakat pengguna jalur trans Sulawesi itu, mengaku tidak lagi merasa was-was untuk melintasi jembatan yang dulunya hanya jembatan darurat yang telah rusak.

“Alhamdulilah kami senang jembatanya sudah diperbaiki. Kalau jembatan ini jalan kami hari-hari kalau mau ke IMIP. Kalau mau berangkat kerja atau pulang kerja jalur ini ramai sekali apalagi sudah banyak rusak, jadi rasa takut mau lewat itu pasti ada. Sekarang kan sudah diperbaiki, pokonya senang sudah dibangun kembali jembatanya” singkatnya kepada Koran Trilogi melalui sambungan telefon Minggu 9 September 2019.

Penulis : Wahyudi / Koran Trilogi

Komentar
maks. 1000 karakter
    Jadilah yang pertama berkomentar.