Dalam deklarasi di Morowali, koalisi BERANI menegaskan dukungannya untuk kandidat Gubernur Anwar Hafid, tanpa mengurangi intensitas dukungan bagi calon bupati di daerah.
Namun, perubahan peta politik di Sigi menunjukkan bagaimana calon yang didukung koalisi besar tidak selalu diuntungkan oleh dinamika politik provinsi.
Pasangan Agus Lamakarate-Samuel Riga, meskipun unggul di awal kampanye, kini harus berhadapan dengan kekuatan baru yang muncul dari koalisi Sigi Masagen Plus.
Relawan-relawan Rizal-Samuel bergerak lebih leluasa di lapangan, dengan fokus yang terpusat pada pemilihan lokal tanpa gangguan dari kontestasi di tingkat provinsi.
Baca Juga : Sigi Masagena Plus Bikin Agus Lamakarate Goyah di Pilbup 2024 | Rizal-Samuel Siap Rebut Sigi !
Selain itu, pasangan Nirwansyah Parampasi-Hesty Yulita Rigo Laua Ntahu yang didukung PAN dan Perindo terus menguatkan basis pendukung mereka meskipun berada di posisi terbawah dalam survei.
Mereka berharap bisa menarik simpati dari pemilih swing voters yang belum memutuskan pilihannya. Di tengah persaingan yang ketat, strategi komunikasi yang efektif menjadi kunci bagi setiap kandidat untuk merebut perhatian publik.
Secara keseluruhan, peluang koalisi kandidat di Pilkada Sigi tidak hanya ditentukan oleh kekuatan partai politik, tetapi juga oleh kemampuan setiap pasangan calon dalam meraih dukungan akar rumput.
Dengan jumlah pemilih yang signifikan, kemenangan di Pilbup Sigi akan sangat ditentukan oleh gerakan relawan, strategi kampanye, dan kemampuan kandidat dalam menjawab isu-isu lokal yang krusial bagi masyarakat.
Peta koalisi di Pilkada Sigi ini mencerminkan betapa dinamisnya politik lokal, di mana setiap perubahan kecil di tingkat provinsi dapat memberikan dampak besar di tingkat kabupaten.
Dengan koalisi yang terus bergerak dan pergerakan pemilih yang dinamis, pertarungan menuju kursi bupati Sigi diprediksi akan berlangsung hingga menit-menit terakhir sebelum pemungutan suara.
