“Pada saat terjadi bencana kita selalu berusaha berada bersama masyarakat dan menjadi salah satu pilar untuk mewujudkan kehadiran daerah di tengah masyarakat untuk memberikan penanganan pada infrastruktur publik yang dibutuhkan oleh masyarakat secara cepat dan tepat,” kata Asbudianto, yang dihubungi, Koran Trilogi Kamis 28 November 2019.

Saat ini, kata Asbudianto, dinas PU-BMPR Sulteng telah berperan dalam peningkatan ketahanan wilayah melalui perbaikan infrastruktur untuk mengurangi kerentanan infrastruktur terbangun pascabencana yang terjadi setahun yang lalu.
“Untuk itu, melalui program pemanfaatan bantuan hibah ini kami mendorong untuk pengembangan ruang public melalui infrastruktur jalan jembatan yang telah rusak sehingga dapat memberi efek bagi kelancaran transportasi warga untuk menunjang pertumbuhan ekonomi setelah bencana,” jelasnya.
Baca Juga : PEMPROV SULTENG TARGETKAN TIGA PAKET JALAN PROVINSI SELESAI
Baca Juga : DUKUNG EKONOMI DAERAH, PUPR RAPIHKAN JALAN TAGOLU MENUJU TARIPA
Untuk penanggulangan bencana, tambah Asbudianto, pemanfaatan bantuan keuangan Pemprov DKI Jakarta tahap ke-II bagi penanganan infrastruktur jalan dan jembatan, saat ini ke sepuluh kegiatan tersebut dalam tahap kontruksi dan akan berakhir pada bulan Desember.
“Untuk jalan Soekarno Hatta sepanjang 3 kilometer, jalan Sisingamangaraja, jalan Juanda, dan jalan Biromaru – Palolo dan akan berakhir pada bulan Desember” tutup Asbudianto.
