DUKUNG KELANCARAN JALUR EKONOMI, RUAS JALAN TONGGOLOBIBI – TOMPE KINI BERKONDISI MANTAP

  • Bagikan
Dilarang Mudik, Satker PJN I Perintah PPK Standbay Jaga Kondisi Jalan

Salah satu sasaran Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMN) 2015-2019 adalah meningkatkan kapasitas sarana dan prasarana transportasi dan keterpaduan sistem transportasi multimoda dan antar moda. Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga Kementerian PUPR melalui Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN Sulawesi Tengah) melaksanakan proyek untuk membangun konektivitas nasional guna mencapai keseimbangan pembangunan.

Salah satunya memperbaiki jalan nasional sepanjang 110.26 km dari total panjang jalan yang ditangani Satker PJN wilayah I sepanjang 648.4 Km dijalur trans pantai barat, yang terintegrasi di tiga kabupaten, yakni Donggala, Tolitoli dan Buol. Salah satu proyek preservasi jalan nasional yang penanganannya menjadi prioritas BPJN Sulawesi Tengah melalui Satker PJN wilayah I adalah Proyek Preservasi jalan Tonggolobibi – Sabang – Tambu – Tompe, yang berlokasi di Kabupaten Dongggala.

Ruas jalan Tonggolobibi – Sabang – Tambu – Tompe, yang dikerjakan oleh PT Pilar Sejati KSO PT Salsabila Praya Indotama. Foto Wahyudi

Proyek tersebut merupakan bagain dari Jalan Nasional dijalur pantai barat trans Sulawesi  untuk mendukung aktivitas ekonomi di tiga Kabupaten, di Provinsi Sulawesi Tengah.  Proyek ini juga tergolong dalam jalan nasional yang merupakan tulang punggung pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Tengah, yang merupakan misi kritikal untuk pertahanan daerah dan nasional.

Terlaksananya kegiatan preservasi jalur pantai barat trans Sulawesi ini, untuk meningkatkan kemantapan ruas jalan berupa pemeliharaan rutin, rekonstruksi jalan dan pelebaran jalan menuju standar yang bertujuan mendukung transportasi dan logistik yang selanjutnya meningkatkan perekonomian masyarakat Sulawesi Tengah pada umumnya.

Pada pertemuan sebelumnya bersama Kasatker PJN wilayah I, Andri Irfan Rifai menjelaskan, peningkatan aksesibilitas jaringan infrastruktur di jalur pantai barat trans Sulawesi untuk memberikan kelancaran arus trasnportasi demi memberi kemudahan dan juga kenyamanan perjalanan para pengendara yang melintasi jalur tersebut. “Akses jalan yang semakin baik akan menunjang perekonomian masyarakat di kawasan sekitar,” kata Andri Irfan Rifai, ketika itu.

Preservasi jalan nasional di Kabupaten Donggala, dilakukan BPJN Sulawesi Tengah melalui Satker PJN wilayah I. Preservasi jalan nasional meliputi penanganan ruas jalan Tonggolobibi – Sabang – Tambu – Tompe, sepanjang 110.26 km, yang digarap oleh PT Pilar Sejati, KSO PT Salsabilah Praya Indotama, dengan nomor kontrak : HK.02.03-Bb14/PJN I Sulteng-PPK1.5/09, SPMK tertanggl 13 Februari 2020 dengan total nilai kontrak Rp28.872.592.000.

Hasil riset Koran Trilogi, untuk penanganan preservasi ruas jalan sepanjang 110,26 Km dari total anggaran sebesar Rp28.872.592.000. PT Pilar Sejati, KSO PT Salsabilah Praya Indotama melaksanakan kegiatan meliputi preservasi rehab rekon jalan sepanjang 14,457 Km dengan anggaran Rp23.788.399.000 dengan durasi masa pelaksanaan selama 270 hari. Kemudian preservasi preventif jalan sepanjang 17,650 Km dengan anggaran Rp2.480.967.000, dengan durasi masa pelaksanaan selama 270 hari.

Untuk preservasi pemeliharan rutin jalan sepanjang 78,153 Km dengan anggaran yang dikelolah sebanyak Rp1.968.934.000 dengan durasi masa pelaksanaan selama 323 hari.  Untuk penanganan preservasi jembatan sepanjang 28,48 meter dengan anggaran sebesar Rp174,292.000 dengan durasi masa pelaksanaan selama 210 hari. Lalu kemudian preservasi rutin jembatan sepanjang 665,18 meter dengan anggaran senilai Rp539.000.000, dengan durasi masa pelaksanaan selama 323 hari.

Awal bulan September lalu Koran Trilogi mencoba menjajal sepanjang ruas jalan Tonggolobibi – Sabang – Tambu – Tompe, sejauh 110.26 km dari total panjang jalan yang ditangani Satker PJN wilayah I sejauh 648.4 Km, yang ditangani oleh PT Pilar Sejati, KSO PT Salsabilah Praya Indotama, yang kini menunjukan progresnya.

Hampir sepanjang ruas itu tidak ditemukan lagi kondisi jalan yang berlubang. Kini jalan makin  lebar sejauh 110.26 km semuanya berkondisi mantap serta memiliki keseragaman.

Disepanjang lokasi penanganan yang dilakukan oleh PT Pilar Sejati, KSO PT Salsabilah Praya Indotama, tampak masih terlihat aktifitas para pekerja yang tengah melakukan penanganan untuk merekontruksi pada bagian talud penahan bahu jalan dibeberapa titik rawan longsor, serta sebagian pekerja lainya tengah menyelesaikan pemarasan rumput sepanjang jalur yang ditentukan.

  • Bagikan
error: Content is protected !!