Jembatan Pombewe, Pulihkan Konektivitas Lintas Biromaru – Palolo dan Akses Huntap

  • Bagikan
Jembatan Pombewe, Pulihkan Konektivitas Lintas Biromaru – Palolo dan Akses Huntap

Jembatan permanen sepanjang 70 meter dan lebar 6 meter yang menghubungkan jalur ke akses Huntap Pombewe, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, telah selesai dibangun dan resmi difungsikan, pada bulan Maret lalu.

Pembangunan jembatan ini merupakan bagian dari penanganan pemulihan konektivitas ruas jalan Non Nasional yang masuk dalam program Rehabilitasi dan Rekontruksi (RR-02) pascabencana yang dibiayai oleh WINRIP IBRD LOAN No.8043-D.

Jembatan Pombewe, Pulihkan Konektivitas Lintas Biromaru – Palolo dan Akses Huntap
@TRILOGI

Pembangunan struktur jembatan Pombewe ini, turut dibangun bersama 28 box culvert dan perbaikan ruas jalan Non Nasional sepanjang 32,74 kilometer yang tersebar di wilayah kabupaten Sigi yang rusak akibat bencana gempa bumi yang terjadi pada 28 September 2018 silam.

Baca Juga : PROGRES KONTRUKSI REHAB REKON JALAN NON NASIONAL DI SIGI CAPAI 73 PERSEN

Pada akhir tahun 2019 lalu, anggaran RR-02 infrastruktur jalan non nasional pascabencana untuk Kabupaten Sigi sebesar Rp 73,33 miliar yang dibiayai oleh WINRIP IBRD LOAN No.8043-D, yang digunakan untuk beberapa kegiatan seperti pembangunan jembatan, perbaikan box culvert, pelebaran jalan, menambah lajur, pelebaran jalan menuju standar, rehabilitasi/rekonstruksi jalan, dan pemeliharaan rutin jalan.

Paket program RR-02, yang digarap oleh PT Widya Sapta Colas – PT Sarana Mukti Putera Sejati KSO dengan total kontrak senilai Rp73.335.407.000, menggunakan metode penganggaran system kontrak tahun jamak atau Multi Years Contrak (MYC) dan dibagi dua tahap penganggaran yaitu untuk tahap 1 pada DIPA Tahun Anggaran (TA) 2019-2020 dengan nilai kontrak sebesar Rp28.872.592.000, kemudian tahap II pada DIPA (TA) 2020-2021 sebesar Rp57.200.000.000.

Baca Juga : DITENGAH PANDEMI COVID-19, PAKET RR-02 di SIGI TETAP BERJALAN

Kepala Satuan Kerja (Kasatker) PJN wilayah I, Andri Irfan Rifai, melalui Eko Prasetyo Galih yang menjabat sebagai PPK 1,6 mengatakan untuk penanganan paket RR-02 meliputi Jalan non nasional wilayah Kabupaten Sigi, terutama jalur Palupi – Simoro, Kalukubula – Kalawara, Biromaru – Palolo & akses Huntap telah tuntas dikerjakan, meskipun ada beberapa titik item pekerjaan yang masih perlu pembenahan.

“Alhamdulilah untuk volume sudah terpenuhi, memang ada beberapa hal yang masih perlu pembenahan” tulisanya melalui pesan instan yang dikirim kepada Trilogi Kamis 29 April 2021.

Baca Juga : SATKER PJN I MENDAPAT PEMOTONGAN ANGGARAN TERBESAR 27,059 PERSEN

Dalam pesan tertulis itu, Eko menjelaskan, untuk pembangunan struktur jembatan Permanen di Desa Pombewe tersebut memiliki panjang bentang 70 meter dengan lebar 6 meter. Dengan menggunakan Girder beton pracetak yang terbagi menjadi 3 bentang yakni bentang pertama 16 meter, bentang tengah 40 meter bentang ke 3 panjang 16 meter.

“Kondisi bangunan itu awalnya hanya berupa jembatan darurat (Bailey-red). Kondisi jembatan 100% kita mulai open traffic pada bulan Maret, kalau tidak salah ingat. Bahkan sempat kita berhadapan dengan vandalism orang-orang tidak bertangung jawab yang membat coretan-coretan” jelasnya.

Baca Juga : DUKUNG KELANCARAN JALUR EKONOMI, RUAS JALAN TONGGOLOBIBI – TOMPE KINI BERKONDISI MANTAP

Sebelum mendapat penanganan pada program bencana oleh Kementrian PUPR, jembatan permanen Pombewe ini, adalah hanya sebuah jembatan darurat yang menjadi akses satu-satunya masyarakat Kabupaten Sigi untuk terhubung dibeberapa Kecamatan sekaligus akses jalan menuju ke Huntap Pombewe.

Jembatan Pombewe, Pulihkan Konektivitas Lintas Biromaru – Palolo dan Akses Huntap
Jembatan Pombewe sebelum dilakukan perbaikan. Foto BPJN Sulteng to Trilogi

Berdasarkan catatan redaksi Trilogi sepanjang penanganan pada proyek RR-02 itu, Direktur Jenderal (DITJEN) Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Tengah, melaksanakan pekerjaan rehabilitasi dan rekontruksi jalan Palupi – Simoro, Kalukubula – Kalawara, Biromaru – Palolo & akses Huntap yang digarap oleh PT Wasco – Sarana KSO.

Hal ini untuk meningkatkan kemantapan ruas jalan non nasional serta mengembalikan kualitas layanan jalan yang rusak akibat bencana alam pada 28 September 2018 silam, sehingga pemerintah diperlukan penanganan mendesak, melalui program Rehab Rekon RR-02 yang tertuang dalam Nomor : 02-52/02-WINRIP-RR/RB/A/8043/11-19, ketika itu.

Pekerjaan rehab rekon RR-02 jalan non nasional yan dilaksanakan diwilayah Kabupaten Sigi antara lain sebanyak 4 ruas jalan yakni Palupi – Simoro, Kalukubula – Kalawara, Biromaru – Palolo dan Akses Huntap, dengan total panjang mencapai 32,74 kilometer.

Proyek RR-02 ini dikerjakan oleh kontraktor pelaksana PT Widya Sapta Colas – PT Sarana Mukti Putera Sejati (KSO) dengan masa pelaksanaan selama 390 hari kelender . Dengan meliputi pekerjaan sebagai berikut :

• Palupi – Bangga sepanjang 19,50 kilometer dengan penanganan Major Rehabilitation
• Bangga – Simoro sepanjang 2,81 kilometer dengan penanganan Major Rehabilitation
• Kalukubula – Kalawara sepanjang 0,98 kilometer dengan penanganan Recontruktion
• Biromaru – Palolo sepanjang 5,40 kilometer dengan penanganan Recontruktion
• Jalan akses Huntap sepanjag 3,98 kilometer dengan penanganan Recontruktio
• Jembatan Akses Huntap sepanjang 0,07 kilometer dengan penanganan Recontruktion

Jembatan Pombewe Sempat Jadi Sasaran Aksi Vandalisme

Jembatan Pombewe yang baru saja selesai dibangun oleh pihak Kementrian PUPR, sempat menjadi sasaran aksi vandalisme atau aksi perusak fasilitas umum. Ditemukan tercoret-coret oleh tulisan dan mengalami kerusakan akibat perbuatan orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

Saat ini coretan bekas aksi vandalisme di Jembatan Pombewe itu sudah hilang.
Eko Prasetyo Galih yang menjabat sebagai PPK 1,6 pada pelaksanaan proyek RR-02 itu mengaku kecewa atas perilaku Vandalisme pada sebuah jembatan permanen yang baru saja dibangun oleh pihak rekanan proyek.

Menurutnya perbuatan dari Vandalisme itu telah dilaporkanya kepada Pemerinta Desa setempat dan pihak Kepolisian untuk menyelidiki pelaku vandalisme itu.

“Sempat kita berhadapan dengan vandalisme orang-orang tidak bertangung jawab yang membat coretan-coretan. Tapi kami sudah sampaikan ke Pemdes” katanya.

Jembatan Pombewe, Pulihkan Konektivitas Lintas Biromaru – Palolo dan Akses Huntap
Jembatan Pombewe. Foto Eko Prasetyo Galih, PPK 1,6 Satker PJN Wilayah I, to Trilogi

 

  • Bagikan
error: Content is protected !!