TERKINI
Update cepat: berita terbaru tersaji sepanjang hari.

PARTIKEL BERBAYA DI TANAH MORI

Manager  Eksternal Relation PT COR II, Ratnawati Iriani, sepertinya tidak bisa menyembunyikan kegusaranya, setelah menerima kiriman video peristiwa terjadinya polusi udara dampak aktifitas pertambangan biji nikel yang terjadi dikawasan pemukiman warga itu.

Manager  Eksternal Relation PT COR II, Ratnawati Iriani. Foto ist

Saat dilakukan konfirmasi oleh media ini melalui pesan instan, secara singkat dia berkelit bahwa peristiwa polusi itu terjadi di akibatkan oleh badai angin “Ini terjadi pada saat badai saja dihari Minggu siang, kenapa di foto hanya pada saat ada badai saja ?” tulisnya dengan kalimat tanya, yang diterima Trilogi.

Saat ditanya soal kesepkatan relokasi masyarakat dusun V Lambolo sebanyak 115 KK yang bermukim dekat lahan pabrik pertambangan biji nikel PT COR II, dia pun memilih bungkam dan tidak menjawab. Meskipun, dirinya mengetahui persis bahwa kesepakat warga dan pihak management PT COR II soal  relokasi itu benar terjadi. Sampai berita ini diterbitkan, pihak management PT COR II belum dapat dikonfirmasi secara detail soal permasalahan yang terjadi disana.

Warga Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah,  mengeluhkan dampak operasi nikel PT Central Omega Resources Industri (CORII). Perusahaan ini membangun smelter nikel berkapasitas 100 metriks ton (MT) pertahun seluas 295 hektar, di tengah-tengah pemukiman masyarakat.

Debu flay ash material yang memiliki ukuran butiran halus berwarna keabu-abuan dan diperoleh dari hasil pembakaran batubara sangat berbahaya karena dipakai sebagai tungku dan pembangkit listrik.  Saat ini, daerah terdampak meliputi  lima dusun di Desa Ganda-ganda,  Dusun V Lambolo, paling parah karena rumah penduduk berbatasan langsung dengan tembok pagar pabrik, menyusul Kelurahan Kolonodale, Bahoue  Bahontula, Kaya,  Gililana, Tana Uge dan dan Tokonanaka.

Hasil riset Trilogi menyebutkan bahwa PT COR II membangun smelter berkapasitas 100.000 ton NPI per tahun dengan teknologi blast furnace. Bangunan smelter terdiri dari empat tungku, masing-masing memiliki kapasitas produksi 25.000 ton NPI per tahun. Perusahaan diklaim PT Central Omega Resources, Tbk, sebagai anak perusahaan dari konsorsium antara PT Jinsheng Mining yang menanamkan 75,16% saham dengan Credit Suisse AG Singapore Trust 24,85% saham.

Laporan publik PT Omega Central Resources 2017 menyebutkan, pada 23 Februari 2016, CORII menandatangani perjanjian kredit investasi US$40 juta dan kredit modal kerja US$18,5 juta dengan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (Indonesian Eximbank). Perusahaan ini  telah produksi ferro nikel (FeNi) sejak Maret 2017. Dari smelter telah ekspor perdana pada Juli 2017 sebanyak 7.000 ton FeNi ke Tiongkok.

Komentar
maks. 1000 karakter
  • binance

    Can you be more specific about the content of your article? After reading it, I still have some doubts. Hope you can help me.

1 Komentar