Hadir di lokasi antara lain Drs. H. Amin Djumail yang mewakili Bupati Banggai, Kabid Ekonomi Kreatif Dispar Banggai Dewiyanti Lamala, Kasubag Umum & Kepegawaian Verawati Abdullah, perwakilan Polsek dan Danramil Batui, serta Sekretaris Adat Kabupaten Banggai, H. Sofyan Sayunan.
Ribuan warga dari seluruh desa di Kecamatan Batui turut hadir, termasuk perwakilan perusahaan dan tokoh adat Bosanyo. Suasana hangat dan penuh penghormatan menyelimuti seluruh rangkaian prosesi.
Dalam pernyataannya, Sekretaris Adat Kabupaten Banggai H. Sofyan Sayunan menegaskan bahwa Tumpe merupakan tradisi yang tidak boleh pudar meski zaman berubah.
“Ritual adat Tumpe ini sampai Kiamat pun akan tetap dilaksanakan. Ini amanah leluhur. Tempat penakaran telur harus kita jaga. Perda Adat 254 sudah hadir dan aturan khusus akan diperkuat melalui Peraturan Bupati,” ujarnya sembari mengajak masyarakat menjaga silaturahmi dan warisan budaya.
Camat Batui juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat adat yang menjaga kekhidmatan prosesi, mulai dari persiapan hingga pelaksanaan.
Melalui sambutan resmi yang dibacakan Drs. H. Amin Djumail, Bupati Banggai H. Amiruddin Tomerala, MM, menegaskan bahwa Mombowa Tumpe telah lama menjadi titik temu nilai kebersamaan masyarakat Banggai.
“Tradisi ini memperkuat harmoni sosial dan kecintaan pada warisan leluhur. Dengan memohon ridho Allah SWT, prosesi pengantaran Tumpe saya lepas secara resmi,” tegasnya.
