TERKINI
Update cepat: berita terbaru tersaji sepanjang hari.

Mombowa Tumpe 2025, Sakralitas yang Menyatukan Warga Batui

Puncak Mombowa Tumpe 2025 hadir saat tokoh adat Batui, Kusali Matindok Muh. Amin Madang, membacakan sejarah singkat ritual dalam bahasa Saluan.

Dengan tutur yang kuat, ia menggambarkan perjalanan panjang pengantaran telur Maleo serta kaitannya dengan jejak syariat Islam di Tanah Banggai.

Ia juga menyampaikan keprihatinan atas semakin berkurangnya habitat Maleo.

Sebagai bentuk penghormatan adat, pengambilan telur kini dibatasi hanya sekali dalam setahun.

Mombowa Tumpe 2025 kembali meneguhkan posisi tradisi ini sebagai pilar budaya Banggai.

Selain menjadi simbol penghormatan leluhur, ritual ini mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian Maleo satwa endemik yang memegang makna mendalam dalam budaya lokal.

Melalui kolaborasi pemerintah daerah, tokoh adat, dan masyarakat, komitmen memperkuat adat dan menjaga alam ditegaskan untuk diwariskan kepada generasi mendatang.