TERKINI
Update cepat: berita terbaru tersaji sepanjang hari.

Meraup Untung di Proyek Bencana

Baca Juga : KEMANA SUAP MENGALIR

Peristiwa ambrolnya sejumlah DPT di sungai gumbasa yang digarap oleh kontraktor PT Minarta Dutahutama ini, bisa disebut sebagai proyek gagal kontruksi.

Karena rusak dalam tahap pelaksanaan proyek itu berjalan akibat dikerjakan terburu-buru yang ingin mengejar output tetapi tidak mempertimbangkan outcomenya, sehingga berpotensi menimbulkan kerugian.

Pelaksanaan proyek Rehabilitaion D.I Gumbasa Weir and Groundsill Contruction yang digarap oleh PT Minarta Dutahutama dengan nilai kontrak Rp44.826.811.000, sementara konsultan pengawas dikerjakan oleh PT Virama Karya (Persero) Joint Venture With PT Ciriajasa Eng, Consultant, PT Aria Jasa Konsultan.

Kegiatan ini adalah salah satu dari empat paket yang pembiayaanya dibebani dari dana pinjaman ADB Loan No. 3793-INO pada Tahun anggaran 2021-2022, dan saat ini sedang dalam tahap Ongoing.

Baca Juga : Land Clearing Pusing Tujuh Keliling

Kegiatan ini meliputi pekerjaan penggalian kolam olak, pemasangan batu tanggul hilir sebelah kiri, pekerjaan jembatan lintasan di saluran pembilas, pembongkaran mercu sisi atas, dan pembongkaran tanggul banjir sisi kiri.

Sungguh ironis, proyek yang masih tahap pelaksanaan itu sudah mengalami porak-poranda. Ada indikasi jika proses pelaksanaan dilapangan oleh pihak kontraktor tersebut ditenggarai banyak menyalahi aturan.

Melalui proses instan itu, sudah barang tentu kualitas hasil pekerjaan menjadi cepat rusak bahkan tidak bertahan lama. Faktor alam dituding sebagai penyebabnya.

Investigasi proyek Asian Development Bank (ADB) untuk Loan Emergency Assistance for Recontruction and Rehabilitation (EARR) ini, terselengara atas kolaborasi Trilogi bersama Berantas & Sulteng Aktual.

Related posts: