MUSLIHAT CUKONG DIHUTAN LINDUNG
Ada yang menduga tahun ini, tahun Na-ga, adalah “Tahun Emas”. Diduga harga emas dipasaran tahun ini kian membaik. Banyak yang menganggap tambang emas sebagai lahan yang aman untuk investasi.
Penambangan emas di kawasan Dongi-dongi, Kecamatan Lore Utara, Kabupaten poso yang sudah berlangsung sejak lama, belakangan menghembuskan kabar mencemaskan. Dampak lingkungan dan sosialnya seperti bisul yang meletus berkali-kali.
Baca Juga : INTRUKSI MANDUL DILADANG EMAS
Penambangan emas ilegal dikawasan hutan lindung Dongi-dongi menjanjikan fulus berlimpah. Kedatangan para gurandil (Penambang liar) berlomba mengais rezeki dibukit Dongi-dongi antara perbatasan Kabupaten Poso dan Sigi.
WAHANA Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Sulawesi Tengah, menduga ada cukong bermain sehingga penambang ilegal kembali beroperasi di kawasan konservasi Taman Nasional Lore Lindu (TNLL).
Hal ini diungkapan Abdul Haris melalui sesi wawancara bersama salah satu media nasional di Palu waktu itu, dimana dia menyebutkan aktivitas pertambangan emas illegal dikawasan konservasi itu sudah sangat terang-terangan. Bahkan Kurun beberapa bulan terakhir sudah kembali marak.
“Propam Polda harus turun ini. Kondisi ini jangan dibiarkan sebelum bencana akibat aktivitas penambang ilegal menimpa warga, Dugaan kami seperti itu, karena disana itu dijaga sama polisi. Kalau kemudian ada aktivitas pertambangan lagi berarti ada yang tidak beres dengan polisi yang menjaga disana” ungkap Direktur WALHI Sulteng Abdul Haris.
Baca Juga : HUTAN GUNDUL BANJIR MUNCUL
Berdasarkan catatan redaksi Koran Trilogi, Subdit Tipidter Ditreskrimsus Polda Sulteng mengamankan empat orang yang diduga melakukan Tindak pidana bidang Minerba dan Batubara berupa mengangkut material hasil tambang berupa pasir (Reff) Tanpa memiliki izin dari pejabat yang berwenang. Ke empat pelaku tersebut inisial RU (34), TR (37), YH PB. Namun siapa pemodal alias bos yang membiayai ke empat penambang yang ditangkap itu belum disentuh penyidik Ditreskrimsus Polda Sulteng.
