Masjid Mart Sulteng tidak hanya menjadi simbol ekonomi keumatan tetapi juga aset strategis masyarakat Labuan.
Ahmad Ali berharap program ini dapat direplikasi di masjid lain, bahkan di rumah ibadah agama lain seperti pura dan gereja.
Dengan demikian, kebutuhan dana untuk pembangunan tempat ibadah tidak lagi bergantung pada sumbangan langsung dari masyarakat.
“Ke depan, kami ingin Masjid Mart hadir di seluruh kabupaten dan kecamatan di Sulawesi Tengah. Saya berharap konsep ini dapat menjadi sumber pendapatan berkelanjutan bagi DMI tanpa bergantung pada kepemimpinan siapa pun,” kata Ahmad Ali.
Dengan Masjid Mart Sulteng, umat Islam tidak hanya mendapatkan kemudahan akses untuk berbelanja, tetapi juga memiliki peluang menyalurkan zakat, infaq, dan sedekah melalui unit usaha ini.
