Longki Djanggola Lantik Pejabat Eselon, Rusdy Mastura : Akan Saya Copot dan Laporkan !

  • Bagikan
Longki Djanggola Lantik Pejabat Eselon, Rusdy Mastura : Akan Saya Copot Dan Laporkan
Gubernur Sulawesi Tengah terpilih Pilkada 2020, Rusdi Mastura. Dok Foto Ist

Polemik pelantikan pejabat eselon dilingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah oleh Gubernur Longki Djanggola, menuai kritik dari sejumlah kalangan. Salah satunya Gubernur terpilih Pilkada 2020, Rusdi Mastura.

Melalui rilis yang diterima Trilogi, Selasa malam 9 Maret 2021, Gubernur terpilih Rusdi Mastura, memprotes atas kebijakan yang telah dilakukan oleh Longki Djanggola dengan melantik sejumlah pejabat eselon di masa tenggang.

“Aturan itu tegas, agar tidak ada aspek penyalahgunaan kekuasaan karena sebuah tendensi politik,” Tulis Cudi, panggilan akrabnya.

Baca Juga : Isu Kudeta Demokrat, Manuver Politik Gembosi Partai Oposisi

Menurutnya, surat edaran Mendagri tahun 2020 pasal 71 Ayat 2 berbunyi larangan tegas, bahwa Gubernur atau Wakil Gubernur, Bupati atau Wakil Bupati, dan Walikota atau Wakil Walikota dilarang melakukan penggantian pejabat enam bulan sebelum tanggal penetapan pasangan calon sampai dengan akhir masa jabatan kecuali meninggal dunia atau mendapat persetujuan tertulis dari Mendagri.

“Nanti saya akan batalkan semua pelantikan yang melanggar surat edaran Mendagri. Saya akan laporkan semua perbuatan mal administrasi yang melanggar ketentuan yang berlaku,” cetusnya.

Baca Juga : Kader Mbalelo, Akademisi Menilai Internal Partai Tidak Kompak

Dia juga mengingatkan, bahwa Pemerintah Sulawesi Tengah yang sedang menjabat, agar tidak memperlihatkan ambisi haus kekuasaan dengan cara memaksakan formasi pejabat di lingkungan Pemprov Sulteng.

Selain melanggar aturan Mendagri, kata dia, hal itu juga akan menunjukan sebuah sikap politik yang tidak elok. Memaksakan promosi dan pelantikan di masa akhir jabatan kata dia, memperlihatkan sebuah ambisi yang tidak wajar.

“Saya mengingatkan, bahwa siapapun yang dilantik dengan cara melanggar surat edaran Mendagri, pasti saya ganti. Jangan bilang namaku, kalau saya tidak ganti,” pesan Rusdy Mastura.

Rusdy Mastura berjanji, bahwa ia akan melaporkan ke Mendagri, semua proses pelantikan ini jika terus dipaksakan. Ia meminta agar Pemerintah Sulawesi Tengah yang menjabat berhenti melakukan akrobat.

Ia menilai, Pemerintahan sekarang ini gagal menurunkan angka kemiskinan dan menyelesaikan masalah pasca bencana, kata dia, mestinya itu jadi refleksi.

“Adindaku Longki sudah cukup 10 tahun mengatur dan menempatkan orang-orang sesuai harapanmu. Waktu yang sangat cukup. Sekarang berikan saya kesempatan menyusun formasi pejabat eselon dengan kapasitas yang bisa membantu saya mensukeskan visi misi Sulteng Maju dan Sejahtera,” Rusdy Mastura mengingatkan.

Rusdy Mastura berharap, ke depan formasi eselon diisi oleh orang-orang secara fungsional punya kapasitas bukan karena pendekatan subyektif, kekerabatan dan hal-hal yang kurang profesional.

  • Bagikan
error: Content is protected !!