TERKINI
Update cepat: berita terbaru tersaji sepanjang hari.

Tutup Tahun 2023, Laba Vale INCO Melesat 37% Sebesar AS$274,3 juta

Saat ini saldo kas perseroan, kata Febriany Eddy, sedang berinvestasi yang kuat akan memungkinkan PT Vale Indonesia terus mencapai kemajuan yang baik dalam proyek- proyek pertumbuhan. Hasil yang baik ini tentunya didukung oleh peningkatan kinerja keselamatan, Dimana Total Recordable Injury Frequency Rate (TRIFR) turun dari 0,64 pada tahun lalu menjadi 0,31, dan perseroan juga telah menerima peringkat lingkungan PROPER Hijau (melampaui ketaatan) dari Pemerintah yang keempat kalinya.

“Kami sangat bersyukur dengan pencapaian ini. Meskipun menghadapi berbagai tantangan di sepanjang tahun, kami berhasil melampaui target produksi untuk tahun 2023. Ini tentu saja merupakan bukti dari dedikasi, komitmen, dan semangat kolaborasi yang tinggi dari seluruh karyawan di Perseroan” tutup Febriany Eddy.

Seiring dengan biaya produksi mengalami penurunan sebesar 12% menjadi AS$10.089 per t dibandingkan tahun sebelumnya sebesar US$11.444 per t. Namun penurunan itu disebabkan oleh lebih rendahnya pada 4T23 konsumsi HSFO yang meningkat sebesar 17% bila dibandingkan dengan triwulan sebelumnya.

Laba Vale INCO Melesat 37%
Foto PT Vale Indonesia Tbk INCO

Untuk mengimbangi penurunan itu, perseroan melaporkan bahwa konsumsi batubara sebesar 17% dikarenakan adanya peralihan dari batubara ke HSFO sebagai sumber energi untuk produksi yang terjadi pada bulan November hingga Desember 2023 lalu.

Hal ini dikarenakan adanya aktivitas pemeliharaan di tempat penggilingan batubara (coal mill). Kecuali batubara, harga rata-rata HSFO dan diesel pada 4T23 masing-masing meningkat sebesar 6% dan 5% dibandingkan dengan triwulan sebelumnya.

Sementara untuk Kas dan setara kas Perseroan pada 31 Desember 2023 dan 31 Desember 2022 masing-masing sebesar AS$698,8 juta dan AS$634,0 juta. Sepanjang tahun 2023, Perseroan telah mengeluarkan belanja modal sekitar AS$286,3 juta, meningkat 31% dari belanja modal yang dikeluarkan pada tahun 2022 utamanya untuk modal pertumbuhan masa depan PT Vale.

Kemajuan Proyek Vale INCO di Blok Bahodopi & Pomala

Kemajuan dua Proyek milik Vale INCO di Blok Bahodopi di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah dan Kabupaten Pomala, Kabupaten Luwu Timur terus digenjot untuk mendukung produksi hilirisasi nikel.

Untuk proyek Morowali, PT Vale Indonesia Tbl (INCO) melaporkan telah memperoleh AMDAL baru untuk area tambang yang berlokasi di Bahodopi dan juga kawasan industri Sambalagi. Laju pembebasan lahan untuk area pertambangan telah meningkat pesat sehingga memungkinkan perseroan mencapai kemajuan yang berarti dalam pembangunan pertambangan.

Dengan begitu, perseroan kemudian berencana melanjutkan pembangunan pelabuhan untuk pengangkutan bijih. Selain itu, pekerjaan awal pembangunan pabrik di Sambalagi telah berjalan, dan saat ini perseroan sedang melanjutkan proses kontrak EPC untuk pembangunan pabrik dan infrastruktur pendukungnya.

Halaman Selanjutnya :Sementara untuk proyek Pomalaa, perseroan juga melaporkan kemajuan pada pekerjaan konstruksi awal...