Selain pembangunan jembatan, proyek ini mencakup rekonstruksi jalan sepanjang 28,5 kilometer, dengan fokus pada perbaikan infrastruktur yang rusak akibat gempa bumi pada 2018.
Jembatan ini tidak hanya memfasilitasi mobilitas masyarakat, tetapi juga berdampak pada peningkatan ekonomi lokal.

Dengan adanya jembatan ini, kawasan Kawatuna dan sekitarnya menjadi lebih mudah diakses, sehingga berpotensi meningkatkan kegiatan ekonomi di wilayah tersebut.
Para pedagang kecil di sekitar jembatan, seperti Apriyanto, merasakan dampak positif dengan meningkatnya jumlah pengunjung yang datang ke lokasi ini.
Potensi Pengembangan Pariwisata
Seiring dengan viralnya Jembatan Poboya Kawatuna sebagai lokasi wisata dadakan, banyak pihak yang mulai melihat potensi pariwisata di kawasan ini.
Baca Juga : Di Desain Khusus, Begini Penampakan Jalan Peredam Tsunami di Kota Palu
Keindahan alam yang ditawarkan serta aksesibilitas yang baik menjadikan jembatan ini sebagai lokasi ideal untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai destinasi wisata Kota Palu.
Pemerintah daerah diharapkan dapat memanfaatkan momentum ini untuk mengembangkan fasilitas pendukung bagi wisatawan yang berkunjung.
