Meskipun sudah dianggarkan berkali-kali dan telah menggerus keuangan daerah yang mencapai miliaran rupiah tersebut sejak tahun 2014 hingga tahun 2017 lalu, Dinas PU Bina Marga dan Penataan Ruang, Kabupaten Dongala, Provinsi Sulteng empot-empotan. Jalan yang rusak ada di mana-mana. Lintas barat Donggala, terutama ruas jalan Desa Walandano menuju Desa Manimbaya, masih mengkhawatirkan. Di sepanjang ruas tersebut banyak ditemukan beberapa kerusakan. Yang mana dengan kerusakan itu sudah barang tentu akan mempengaruhi kelayakan jalan itu sendiri.
“Jalan ini merupakan satu-satunya akses warga delapan desa di Kecamatan ini. Jumlah penduduk se Kecamatan Balaesang Tanjung kurang lebih sekitar 10 ribu jiwa, mestinya ini harus menjadi perhatian Pemerintah, bukan hanya diam,” kata salah seorang warga desa Kamonji ketika ditemui Trilogi.co.id belum lama ini.
Disepanjang jalan itu, kata dia, ada beberapa titik badan jalan yang kerusakan cukup parah serta mengalami ambelas dan bergelombang. Bahkan jalur yang melintasi ke Desa – desa cukup memprihatinkan. “Pada musim hujan tiba, lubang jalan membentuk genangan karena dipenuhi air pada jalan permukaan rata. Sebagian masyarakat yang membawa kenderaan roda empat sempat terhenti, akibat endapan lumpur cukup tebal. Sedangkan kerusakan di pegunungan kondisinya lebih parah lagi dan sangat membahayakan pengguna jalan yang melintas,” bebernya.
Masyarakat di 8 Desa di Kecamatan Balaesang Tanjung mengeluhkan keberadaan proyek-proyek yang sudah menggerus uang rakyat masyarakat Kabupaten Donggala hanya untuk penanganan ruas jalan tersebut secara berulang-ulang, tapi tidak mengalami perubahan. Padahal Pemkab Donggala tahun 2017 lalu, baru saja mengalokasikan anggaran APBD untuk penanganan ruas tersebut sebesar Rp14 Miliar lebih. “ Kerusakan pada jalan ini merata sepanjang jalan di Kecamatan Balaesang Tanjung. Masyarakat Balaesang pada umumnya sangat menderita dengan kondisi jalan yang dianggap berantakan,” tegasnya.
Dari sejumlah informasi yang berhasil kami himpun dengan sejumlah masyarakat di beberapa desa di Kecamatan Balaesang Tanjung, setiap hari banyak warga, yang mengandalkan ruas tersebut beraktifitas atau pergi ke Ibu Kota Kecamatan. Mimpi mayarakat Kecamatan Balaesang akan jalan yang layak dan tidak berlubang-lubang menjadi pupus. Meskipun jalur yang melintasi Desa Labean, Walandano, Malei, Kamonji, Ketong, Manimbaya, Rano, Pomolulu, dan Palau, sudah dianggarkan berkali-kali, namun fakta terbalik terjadi dilapangan.
Lantas mengalir kemanakah anggaran APBD yang membiayai proyek rehabilitasi ruas Jalan Labean-Manimbaya sejak tahun 2014-2017 itu. Jejak siapa di proyek rehabilitasi pada jalan tersebut dan siapa yang bertanggungjawab?.. Hanya waktu yang bisa menjawabnya.!!
