Rampungnya preservasi sepanjang 128 km ini diharapkan memberikan dampak langsung bagi pertumbuhan ekonomi daerah, terutama karena ruas ini merupakan jalur strategis yang menghubungkan:
- pusat pemerintahan di Luwuk,
- kawasan industri dan migas di Batui,
- sentra perikanan dan pesisir Pagimana,
- kawasan perdagangan dan logistik lintas kabupaten.
Dengan kondisi jalan lebih mantap, waktu tempuh antarkecamatan dipangkas, efisiensi ongkos logistik meningkat, dan akses menuju destinasi wisata pesisir Banggai semakin terbuka.
Baca Juga : Paket SBSN Preservasi Jalan Tagolu Tentena Dimulai | Target Progres 12% Tuntas Sebelum Nataru 2025
Dalam rangka menyambut Hari Bhakti PU ke-80, BPJN Sulteng menegaskan bahwa penyelesaian preservasi Pagimana–Luwuk–Batui adalah representasi dedikasi insan PU untuk menghadirkan jalan nasional yang tangguh dan berkesinambungan.
Proyek ini menjadi bukti nyata bahwa pembangunan infrastruktur tidak hanya memperbaiki konektivitas, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Hingga saat ini Ruas Pagimana–Luwuk–Batui kini siap melayani mobilitas masyarakat dengan lebih menyambut libur panjang Nataru 2025.
