TERKINI
Update cepat: berita terbaru tersaji sepanjang hari.

JALAN MURAH, ANGGARAN MEWAH

PPK 08 Satker PJN Wilayah II, Aldino Angga Sahputra didampingi dua orang staf tekhnis, saat pertemuan disalah satu tempat di Kota Palu, mengakui jika penanganan di koridor ruas jalan yang menjadi tanggungjawabnya saat ini memiliki kelemahan meskipun sudah tertangani. “Hasil invetarisasi kami dilapangan ada sekitar 450 titik lubang dan sudah kami tutup. Kan muncul lagi lubang baru. Meskipun sudah ditambal rusak lagi, pusing saya hehehehe.. Kalau kayak lain misalnya, efektif jalan tiga kilo ya enak. Fokusnya Tiga kilo sampe sini – sampe sini, dikerjai gitu kan, mau selapis dua lapis kalau rutin itu kan, kalau ada lubang tutup, ada lubang tutup,” katanya

Ditanya soal anggaran dan pembiayaan untuk ruas yang ditangani pada proyek pemeliharaan jalan sepanjang 147 kilomemeter ruas koridor Toboli-Ampibabo-Sinei-Toboli, Bekas bagian perencenaan di PJN Wilayah II itu menjelaskan jika penangananya dibagi menjadi dua kontrak. “Yang satu 4 miliar, satunya 2 miliar sama-sama pemeliharaan. Kan ada dua paket disitu, 147 kilometer terpecah dua. Yang Dari Toboli, Ampibabo, Sinei itu 4 m ya… berapa ya…. 87 kilomemer. Satunya 60 kilo. Kalau tahun kemarin dijadiin satu. Untuk mandava putra itu di Toboli, yang satu PT lambara,” beber Aldino kepada Trilogi.co.id, Kamis sore.

Disepanjang ruas jalan yang ditangani Aldino, hasil pantauan menemukan kondisi jalan yang rusak di titik-titik tertentu yang mencapai sekira 60 persen pada jalan yang telah diperbaiki, diduga faktor ini akibat kelalaian pihak kontraktor yang pada proses pelaksanaan dilapangan secara asal, PPK asal kelahiran kota Palembang itu, menampik dengan cara sendiri. “Tapi kita kan, gak ini juga kan, kalau yang retak-retak kita tutup dulu. Karna ini, pekerjaan rutin itu kan pekerjaan semi permanen, karna dia ini, gak ada ini, gak ada retensi gak ada pemeliharaan, paling kita cuman apa ya.., kita ini ya pak integritas dia lah, apa yang sudah tertutup sama dia gak bakal kita bayar lagi..  itu kalau terbongkar tanggungjawab dia. Kalau saya setiap tertutup saya tidak bayar di rutin yang sama,” uangkapnya. Sembari dia menambahkan Kalau untuk lubang itu kan bukan cuman satu cara, ada tiga cara kalau di kita, bisa pake CPHMA  yang pake asbuton jaya abadi itu yang pertama, bisa pake campuran aspal panas pake produk AMP, atau goreng-goreng disitu juga boleh, yang ketiga aspal dingin. Makanya kita lihat mana yang efektif disitu.

PT Mandava Putra Utama, diketahui sudah dua tahun mengarap proyek pemeliharaan rutin jalan dilingkup PJN wilayah II sejak tahun 2017 hingga 2018, disinggung soal kedekatanya dengan pihak swasta tersebut, Aldino membantah miring tuduhan tersebut. Menurut dia, selaku PPK yang menangani proyek yang dikerjakan pihak PT Mandava Putra utama, dirinya hanya menerima hasil pemenang dari pihak pokja dan bertemu sama direktur PT Mandava Putra Utama, saat tandatangan kontrak. “ Kalau kita sih gak pernah berhubungan sama direktur atau apa sih, karna yang bertanggungjawab dilapangan ada JS tu… Cuman sekali ketemu pak, tandatangan sdh… apalagi saya gak punya temen disini. Mungkin.. karna saya baru tahun ini.. Karna saya jujur, saya gak pernah berhubungan dengan sama direktur itu yang pertama, ketemu kita pertama tandatangan kontrak, saya jelasin pak, ini pekerjaan dilapangan kalau misalnya saya repot nelfon bapak terus, harus ada orang dilapangan kan, makanya porsinya JS. Kalau JS itu kan khusus diruas sy aja pak.” Tegasnya.

Pemerintah pusat melalui BPJN XIV Palu yang menangani jalan nasional di Provinsi Sulawesi Tengah, mengebut pembangunan berbagai proyek infrastruktur di sekujur daerah. Sebagian sudah mendekati target jalan nasional mantap. Tapi tak sedikit pula yang masih jauh dari harapan. Aldino Angga Sahputra, berlomba dengan waktu membangun proyek infrastruktur disekujur daerah, jalan nasional di Provinsi di Sulawesi Tengah. Pelbagai pekerjaan dikebut, merambah berbagai sektor, dan dilakukan hampir serempak. Kegiatan ini menimbulkan kegairahan di masyarakat, tapi sekaligus memunculkan pertanyaan tentang kualitas hasil pekerjaanya.

Salah satu sumber Trilogi.co.id belum lama ini menjelaskan ada dua hal yang menyebabkan jalan rusak meski tengah di perbaiki. Pertama pembangunan atau perbaikan jalan tidak dibarengi dengan pembangunan dan perbaikan drainase. Menurut sumber, banyak drainase saat ini yang ada tertutup dan dipenuhi endapan lumpur serta sampah. Sehingga, ketika musim hujan turun, air yang menjadi musuh utama, perbaikan jalan kembali berulah merusak jalan. Apalagi banyak perusahan tidak menyediakan drainase yang baik dan membuat seluruh air hujan yang jatuh. Dan kedua, kerusakan jalan disebabkan karena spesifikasi bahan aspal/hotmix dan beton yang dilakukan tidak sesuai dengan diterapkan. “Selama ini penaganan jalan dan air tidak berbarengan. Akibatnya banyak jalan di Nasional yang tergenang dan merusak jalan,” Tegas sumber meminta identitasnya tidak publis.

Solusinya, tambah dia, pihak Aparat hukum meperketat pengawasan perbaikan jalan mengingat banyaknya jalan rusak di sejumlah titik baru. “Kalau usia aspal, beton belum setahun atau dua tahun sudah rusak, ya berarti ada penyalahgunaan spesifikasi. Periksa kontraktornya dan pejabat yang berwenang dan awasi terus,” pintanya.

Related posts:

Halaman Selanjutnya :Penulis : Wahyudin & Wawan Sahputra / Trilogi.co.id
Komentar
maks. 1000 karakter
    Jadilah yang pertama berkomentar.