TERKINI
Update cepat: berita terbaru tersaji sepanjang hari.

JALAN MURAH, ANGGARAN MEWAH

Selain itu di sepanjang ruas jalan arah timur Parimout, ditemukan kondisi ruas tersebut dengan kerusakan bervariasi yakni kondisi jalan retak (Craks), Keriting (Corrugation), Lubang (Phot Oles), Ambelas (Depres sion), Pelepasan butir (Ravelling), kegemukan ( Bleeding), Tambalan ( Patching). Bahkan ada puluhan titik disepanjang ruas tersebut terdapat lubang yang menganga dengan diameter bervariasi, diduga sudah lama tidak tersentuh oleh penanganan anggaran pemeliharaan. Meskipun Pemerintah daerah tahun lalu sudah merogok kocek miliaran rupiah untuk menganggarkan pemeliharaan ruas jalan ini.

Pihak PJN Wilayah II diduga tidak melakukan monitoring yang tepat terhadap kontraktor kegiataan pemeliharaan jalan. Demikian bunyi kesimpulan itu. Banyak pihak yang menuding kegiatan pemeliharaan jalan tersebut hanya menghambur-hamburkan keuangan Negara serta menguntungkan pihak korporasi.

Meskipun tujuan pemeliharaan jalan adalah untuk mempertahankan kondisi jalan mantap sesuai dengan tingkat pelayanan dan kemampuanya pada saat jalan tersebut selesai dibangun dan dioperasikan sampai dengan tercapainya umur rencana yang telah ditentukan. Melalui dasar peraturan yang digunakan dalam pemeliharaan jalan antara lain PP 34 tahun 2006 tentang jalan, Permen PU Nomor 13/PRT/M/2011, tentang tata cara pemeliharaan dan penilikan jalan.

Pada kasus pemeliharaan rutin jalan koridor Tinombo-Ampibabo-Sinei-Toboli, yang mana diketahui ruas tersebut merupakan arteri utama jalan yang menghubungkan beberapa kabupaten dan dua Provinsi. Menurut penjelasan tentang jalan No. 34/2006, jalan adalah sebagai salah satu prasarana transportasi dalam kehidupan bangsa, dan kedudukan serta peranan jaringan jalan pada hakikatnya menyangkut untuk hajat orang banyak.

Lantas kemanakah anggaran yang sudah mencapai puluhan miliar itu mengalir ?. Kontrak paket pada kegiatan pemeliharaan rutin Jalan Koridor Tinombo-Ampibabo-Sinei-Toboli, yang dihelat BPJN XIV melalui Satker PJN Wilayah II TA 2017-2018 yang dibiayai oleh APBN di sepanjang ruas jalan 147 Kilometer.

Pada proses lelang proyek Pemeliharaan rutin jalan koridor Tinombo-Ampibabo-Sinei-Toboli tahun 2017 lalu dengan nilai pagu anggaran Rp8.689.585.000, yang di ikuti oleh 30 peserta lelang. Diman PT Mandava Putra Utama, dengan NPWP 03.330.839.6-801.000, keluar sebagai perusahaan pemenang dengan nilai harga penawaran sebesar Rp7.558.623.000. Untuk Tahun Anggaran 2018 ini, lelang proyek Preservasi pemeliharaan rutin jalan pada ruas yang sama dengan nilai anggaran sebesar Rp5.194.495.000, yang diikuti sebanyak 79 Perusahaan peserta lelang, lagi-lagi PT Mandava Putra Utama kembali keluar sebagai pemenang dengan nilai penawaran sebesar Rp4.025.783.000. Cukup fantastis anggaran puluhan miliar itu digelontorkan, namun tidak sebanding dengan penanganan yang terjadi dilapangan.

Lantas siapa orang yang paling bertanggungjawab dalam penanganan kegiatan preservasi pemeliharaan jalan koridor Tinombo-Ampibabo-Sinei-Toboli. Mereka adalah Kepala Satuan Kerja (Kasatker) PJN Wilayah II, Ibnu Kurniawan, bersama Pejabat Pembuat Komitmen (PPK –  08), Aldino Angga Sahputra. Keduanya mengetahui persis mengenai perencanaa serta pengelolaan anggaran untuk pemeliharaan ruas tersebut hingga pada proses pelaksanaan pihak kontraktor dilapangan.

Related posts:

Halaman Selanjutnya :PPK 08 Satker PJN Wilayah II, Aldino Angga Sahputra didampingi dua orang...
Komentar
maks. 1000 karakter
    Jadilah yang pertama berkomentar.