Dari sisi teknis, desain elevated road Rajamoili Cut Mutia mengedepankan peninggian badan jalan setinggi 3 hingga 4 meter.
Pendekatan ini dipilih untuk meningkatkan kapasitas jalan sekaligus memperkuat fungsi proteksi terhadap potensi bencana, terutama di kawasan pesisir Kota Palu.
Item pekerjaan unggulan pada segmen ini antara lain penggunaan blok beton serta penataan RTH yang dilengkapi elemen ikon kawasan berupa patung kuda.
Selain itu, proyek ini mengadopsi dua metode perlindungan utama terhadap risiko tsunami dan pergerakan tanah, yakni Toe Protection dan Retaining Wall.
Toe Protection diterapkan pada area yang memiliki ketersediaan lahan cukup dengan memanfaatkan block armor sebagai peredam energi gelombang laut.
Sementara Retaining Wall digunakan di lokasi dengan keterbatasan ruang untuk menjaga stabilitas struktur jalan layang, terutama di kawasan yang rawan pergeseran tanah akibat gempa.
Dengan pendekatan teknis tersebut, jalan layang Rajamoili Cut Mutia diharapkan dapat menjadi bagian dari solusi kemacetan Rajamoili Cut Mutia sekaligus memperkuat konektivitas antarwilayah di dalam Kota Palu.
Pemerintah memastikan tidak terdapat penambahan maupun perubahan lingkup pekerjaan pada segmen elevated road, sehingga pelaksanaan proyek tetap berjalan sesuai rencana awal.
