“Ke depannya, pemerintah akan hadir lebih dekat dengan anak muda, menyerap ide-ide mereka, dan bersama-sama mewujudkan gagasan tersebut melalui kebijakan yang mendukung,” jelasnya.
Program ini, menurutnya, merupakan upaya untuk memperkuat ekonomi daerah melalui pemberdayaan generasi muda, sekaligus memberikan mereka kesempatan untuk mandiri secara ekonomi.
Selain menciptakan ruang bagi kreativitas, Abdul Karim Aljufri menegaskan bahwa program ini juga mencakup pelatihan keterampilan dan akses permodalan.
“Kami akan memastikan para wirausahawan muda tidak hanya memiliki keterampilan, tetapi juga akses ke modal dan pendampingan yang diperlukan untuk bersaing di pasar modern,” tambahnya.
Langkah ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem yang mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif di Sulawesi Tengah.
Program yang diusung BERAMAL tersebut dinilai sebagai strategi penting dalam memacu pertumbuhan ekonomi lokal, dengan memanfaatkan potensi besar generasi muda.
“Kami ingin anak-anak muda Sulteng memiliki kesempatan untuk berinovasi dan berkontribusi bagi pembangunan daerah,” ungkap Abdul Karim.
Pasangan Ahmad Ali dan Abdul Karim Aljufri berkomitmen untuk menjadikan pemberdayaan ekonomi kreatif sebagai pilar utama dalam kebijakan mereka.
