“Di lokasi kejadian, ada Bapak Muharam Nurdin, Ketua DPD PDI Perjuangan Sulteng, yang bisa mengonfirmasi apakah ada tindakan provokasi atau tidak,” jelasnya.
Bayu menegaskan bahwa setiap interaksi yang terjadi antara para kandidat dilakukan secara profesional dan terbuka demi menjaga suasana Pilkada yang kondusif.
Isu hoaks Pilkada Sulteng 2024 ini, lanjut Bayu, menjadi bentuk fitnah yang merugikan elektabilitas Anwar Hafid, yang kini berada di posisi teratas dalam survei elektabilitas calon Gubernur Sulawesi Tengah.
Bayu pun mengimbau semua pihak untuk bersikap bijak dalam menyebarkan informasi dan menghindari penyebaran berita bohong.
“Kami ingin Pilkada ini menjadi ajang kompetisi yang sehat dan berkualitas. Jangan biarkan isu hoaks merusak demokrasi di Sulawesi Tengah,” tegas Bayu.
Tidak hanya menolak tuduhan tersebut, Bayu juga menyatakan bahwa pasangan Anwar-Reny, atau yang dikenal dengan sebutan pasangan BERANI, berkomitmen menjaga persatuan dan integritas dalam setiap kegiatan kampanye.
