(5) Penghematan APBN, menjamin penggunaan APBN yang fokus dan tepat sasaran, memastikan setiap rupiah dari APBN memiliki manfaat ekonomi, memberikan manfaat untuk rakyat, meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Tantangan Indonesia Maju
Lima prioritas Jokowi-Mar’uf ini merupakan tahapan menggapai harapan Indonesia Maju dan Hebat di 2050. Pricewaterhouse Cooper, PwC, memprediksi di tahun 2050, Indonesia akan memiliki PDB 10 triliun dolar US dan PDRB 31.000 dolar US yang nantinya akan mengantar Indonesia di peringkat-4 dunia setelah China, Amerika Serikat dan India. Saat ini, 2018 PDB kita untuk pertama kainya tembus di angka 1 triliun dolar US dengan PDRB atau pendapatan perkapita sekitar 3.900 dolar US atau 54 juta rupiah per tahun.
Membangun frekuensi yang sama antara Pimpinan Daerah dan Presiden merupakan tantangan terbesar. Presiden dan Wakil Presiden Bersama jajaran kabinetnya tidak dapat bekerja sendiri, harus bersama dengan daerah. Terpiihnya pemimpin daerah visioner, mampu melihat di balik bukit dan berpikir multi dimensi melalui mekanisme pilkada 2020, 2022 dan seterusnya menjadi salah satu faktor kunci untuk menggapai Indonesia Maju dan Hebat itu.
Tiga pilar yang berperan dalam melahirkan pemimpin daerah berkarakter perubahan yaitu partai pengusung, pemilik hak suara dan lembaga peneyelenggara pilkada. Politik transaksional sudah harus dikurangi dan tiga pilar ini harus membangun semangat dan komitmen yang kuat untuk tujuan perubahan itu. “Rujuknya” Jokowidodo dan Prabowo pasca Pilpres 2019 menjadi semangat dan energi baru bagi bangsa ini.
Keduanya telah memberikan pembelajaran yang berharga bagi bangsa dan Negara. Mereka telah berada dalam satu rangkaian lokomotif perubahan yaitu untuk Indonesia maju, meskipun dalam gerbong yang berbeda. Perbedaaan telah ditanggalkan bahkan bersepaham untuk indonesia yang lebih baik. Upaya ini patut diberi apresiasi.
