Dalam aspek kelembagaan, Gufran Ahmad juga meninggalkan warisan penting melalui pembangunan dan penguatan kantor INKINDO Sulawesi Tengah di kawasan strategis Kota Palu.
Gedung tersebut tidak hanya berfungsi sebagai kantor, tetapi juga sebagai pusat aktivitas, kolaborasi, dan penguatan kapasitas anggota.
Baca Juga : Jejak Gelap Tender Jalan Nasional
Di bawah kepemimpinannya, status legalitas aset organisasi yang sebelumnya berupa hibah berhasil ditingkatkan menjadi Sertifikat Hak Milik atas nama organisasi.
Langkah ini menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan organisasi, sekaligus menunjukkan perhatian Gufran Ahmad terhadap tata kelola dan kepastian hokum dua aspek krusial dalam dunia usaha dan investasi.
Dengan rekam jejak yang mencakup pembangunan infrastruktur, penguatan organisasi, hingga kepemimpinan dalam krisis, Gufran Ahmad dinilai memiliki modal kuat untuk melangkah ke level yang lebih tinggi.
Visinya yang menekankan “membangun dengan visi, bertahan dengan kualitas, dan mengabdi untuk daerah” menjadi narasi yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha saat ini terutama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Di tengah dinamika pemilihan Ketua Kadin, nama Gufran Ahmad menjadi representasi figur daerah yang berhasil membuktikan kapasitasnya di tingkat Sulawesi Tengah.
Jika tren ini berlanjut, bukan tidak mungkin ia akan menjadi salah satu kandidat yang diperhitungkan dalam kontestasi Musyawarah Provinsi (MUSPROV) KADIN Sulawesi Tengah.
