Walau sebenarnya pemakaian batu bara untuk sumber bahan bakar bisa dibuktikan bisa merusak lingkungan. Ini karena batu bara dapat hasilkan emisi karbon beresiko, dan keluarkan partikel PM 2,5 yang dapat tingkatkan resiko kanker pada manusia.
Atas argumen itulah, jika memang ingin bumi hidup semakin lama, energi batu bara ini harus ditukar sama yang lebih ramah lingkungan, yaitu dengan energi terbarukan, seperti tenaga surya, tenaga angin, arus air proses biologi, dan panas bumi.

2. Sekarang ini telah banyak negara yang beralih ke energi terbarukan dan tinggalkan batu bara untuk sumber energi, seperti Cina dan Amerika
Cina sadar jika pencemaran udara di negaranya demikian kronis. Pada 2017 lalu pemerintahan di situ menarget pengurangan pemakaian batu bara sejumlah 30%. Amerika lakukan hal yang sama.
Justru telah semenjak 1970 beberapa ratus perusahaan batu bara ditindak secara hukum bahkan juga berhenti beroperasi. Kebalikannya, dua negara tersebut terus meningkatkan sumber energi terbarukan, seperti energi angin dan solar panel.
Emission Gap Report 2018 menyebutkan jika energi terbarukan dan project efektivitas energi di beberapa negara berkembang secara berarti bisa kurangi emisi di tahun 2020.
3. Bidang lain yang tidak kalah penting dan harus selekasnya dibenahi ialah rimba dan tempat. Kita perlu mengembalikan rimba tropis karena pepohonan bisa menolong kurangi CO2
Untuk kurangi kadar CO2 perlu minimal 1 triliun pohon baru di hutan-hutan dunia. Mengembalikan kembali rimba tropis bisa selamatkan keberagaman hayati, tingkatkan ketahanan pangan, buka mata pencarian dan tingkatkan ekonomi perdesaan. Bila ingin menjaga kualitas udara, kita perlu mengehentikan deforestasi di tahun 2030 secara global.
