Struktur kepemimpinan, yang biasanya terdiri dari ketua, sekretaris, dan bendahara (KSB), tidak bersifat tetap dan bisa berubah tergantung keputusan DPP.
Hal ini menunjukkan fleksibilitas dalam pengambilan keputusan di internal partai.
“Demokrat memiliki mekanisme yang fleksibel. Kami selalu patuh pada keputusan pusat, dan tidak ada reaksi negatif dari kader-kader di daerah terkait penunjukan ini,” tambah Hidayat.
Lebih lanjut, Hidayat menegaskan bahwa seluruh kader Partai Demokrat di Sulteng bersikap dewasa dalam menyikapi penunjukan ini, terutama karena 2024 merupakan tahun politik yang penuh tantangan.
Ia juga menolak keras spekulasi adanya unsur nepotisme dalam penunjukan Syarifuddin Hafid.
