Erwin warga dusun tiga desa Bangga mengatakan kepada trilogi.co.id banjir bandang yang berasal dari luapan air Sungai Ore terjadi sejak Minggu malam dan terus meningkat. Ketika ketinggian air sudah mencapai 1 meter, warga mulai mengungsi meninggalkan rumah-rumah mereka yang terendam banjir bercampur lumpur. Aliran deras banjir bandang itu diduga akibat tingginya curah hujan di wilayah itu dalam beberapa hari terakhir, yang juga ikut membawa batang-batang kayu berukuran besar.
“Malam itu kita sempat melakukan evakuasi terhadap warga-warga yang ada di dusun satu desa Bangga untuk mengungsi ke tempat pengungsian yang lebih aman. Ketinggian air di dusun satu itu sekitar 1 meter. Air bercampur lumpur. Hari ini warga sudah mengungsi semua di tempat-tempat yang lebih aman”jelas Erwin.
Sementara itu ditempat terpisah Kepala BPBD Kabupaten Sigi, Asrul Repadjori mengatakan desa Bangga di Kecamatan Dolo Selatan adalah yang terkena dampak paling parah dalam peristiwa banjir bandang itu.
BPBD Sigi mencatat hingga pukul 15.00 Wita kemarin lebih dari 500 unit rumah terendam lumpur, sementara 551 keluarga atau 2.259 orang di desa itu mengungsi ke tempat-tempat yang aman dengan dibantu petugas TNI/POLRI, Tim Basarnas, dan para relawan kemanusiaan. Seorang warga bernama Haji Bado (70) di desa Bangga diketahui meninggal dunia setelah hanyut terbawa aliran deras banjir Bandang.
