Dedi menegaskan bahwa penyelesaian PETI Taopa tidak boleh berhenti pada operator lapangan.
“Penindakan tidak boleh berhenti di lapangan. Negara harus mengungkap siapa penikmat keuntungan besar di balik rusaknya lingkungan Taopa,” katanya.
Informasi di lapangan menunjukkan dugaan keterlibatan pengusaha berinisial WI, asal Tolitoli, yang disebut sebagai cukong kuat dalam aktivitas PETI di Sigumu, hulu Sungai Taopa.
Meski sebelumnya telah ada penertiban oleh Polhut Gakkum KLHK, aktivitas ilegal justru makin menggila.
WI disebut telah membangun akses jalan, membawa ekskavator, dan beroperasi bersama pemilik lahan lokal berinisial SO, Ake, DO, dan GR.
Warga menuturkan bahwa WI bukan pemain baru. Ia disebut pernah mendulang emas ilegal di lokasi Rambai pada akhir 2024 hingga Maret 2025.
“Kalau dia, bukan orang baru. Sudah pernah beroperasi di Rambai,” ungkap warga secara tertutup.
