Diakuinya selama proses pelaksanaan pada proyek ini masih menemui kendala di lapangan, khususnya berkaitan dengan keinginan masyarakat sekitar. Namun pihaknya terus mensosialisasikan tujuan dan manfaat bagi masyarakat atas pemasangan tanggul tersebut.
Salah satu yang sempat menjadi hambatan, adanya keinginan masyarakat tentang fasilitas tambatan perahu bagi nelayan pesisir pantai. Keinginan tersebut telah diakomodir dengan melakukan desain untuk tambatan perahu untuk kepentingan masyarakat nelayan. ‘’Yang pasti tambatan perahu akan dibangun. Desain awal yang direncanakan mendapat banyak masukan dari asosiasi nelayan sehingga memerlukan review desain dari tim perencana’’ terangnya.
Kini wajah pesisir teluk palu kembali berubah pasca bencana tsunami, pemerintah pusat melalui Kementrian PUPR mengalokasikan anggaran untuk tahap rehabilitasi dan rekonstruksi, salah satunya Costal Protection teluk Palu dengan tanggaran yang dikelolah senilai Rp248 miliar.
Kelurahan Silae, Lere, Besusu Barat dan Talise (SILEBETA) yang menjadi sasaran rehab dan rekon pengamanan pantai teluk Palu itu. Kurang lebih 7,2 kilometer tanggul pengaman pantai hancur berantakan setelah dihantam gempa dan tsunami ketika itu.
