Diharapkan investasi budidaya udang vaname ini dapat memberikan kontribusi besar bagi daerah.
Dikatakanya dalam pengembangan bisnis tambak udang vaname tersebut, Pemerintah setempat menjamin siap membantu dan meminta segera melakukan koordinasi dan konsultasi kepada Pemda jika pihak investor mendapat kesulitan dalam proses pembangunan tambak.
Baca Juga : Ihktiar Vale Mentransformasi Sumber Daya Mineral Bagi Pertambangan Berkelanjutan
Ketua Gapensi Donggala ini membeberkan, selain pengembangan budidaya tambak udang vaname, Kadin Donggala bersama mitra PT. Esaputlii Prakarsa Utama berencana akan membangun cold storage di Desa Wombo Kecamatan Tanantovea, yang nantinya akan menyerap kurang lebih 5000-7000 tenaga kerja.
“Melalui Kesempatan tersebut, Direktur Utama PT. Esaputlii Prakarsa Utama, Ahmad Bakti Baramuli menyampaikan ucapan terima kasih atas kesempatan dan kepercayaan yang telah diberikan dalam rangka mendukung program Pemerintah Indonesia telah menargetkan 2 juta ton ekspor udang di tahun 2024 dan saat ini sudah membuka beberapa titik lokasi lahan untuk budidaya udang vaname” ujarnya.
Pada Jumat 25 Februari lalu Kadin Donggala bersama PT. Esaputlii Prakarsa Utama menggelar peresmian tambak udang vaname di Desa Lombonga Kecamatan Balaesang. Kegiatan itu dihadiri oleh Gubernur Sulawesi Tengah yang diwakili oleh Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Sulawesi Tengah, Rudi Dewanto, didampingi Bupati Donggala, Kasman Lassa beserta jajaranya dan ketua Kadin Dongala, Rahmad M. Arsyad.
