“Tradisi Pedang Pora adalah simbol penghormatan tinggi kepada pejabat yang akan meninggalkan institusi ini. Hal ini juga menjadi momen untuk mengenang jasa dan torehan prestasi yang telah dicapai,” ujar Kombes Pol Djoko Wienartono.
Dalam prosesi tersebut, Brigjen Pol Soeseno Noerhandoko bersama sang istri, Ny. Heti Wulan Soeseno, menerima kalungan bunga dari Kapolda Sulteng dan buket bunga dari Ketua Bhayangkari Daerah Sulteng, Ny. Fera Agus Nugroho.
Diiringi musik dan pembacaan puisi, keduanya berjalan perlahan melewati barisan Pedang Pora yang dihormati oleh para perwira Polda Sulteng.
Kapolda Sulteng beserta istri, pejabat utama Polda, dan para Kapolres turut mengantar Brigjen Pol Soeseno hingga gerbang keluar, memberikan penghormatan terakhir kepada sosok yang telah memberikan banyak kontribusi selama masa tugasnya.
Jejak Dedikasi dan Apresiasi
Selama masa jabatannya di Polda Sulteng, Brigjen Pol Soeseno dikenal sebagai pemimpin yang tegas dan bijaksana.
Salah seorang perwira Polda Sulteng menyampaikan rasa bangga atas bimbingan yang diberikan selama lebih dari satu tahun.
