Pada kunjungan sebelumnya dilokasi , Rozaidil mengemukakan terdapat beberapa titik di ruas jalan Nasional tersebut yang memerlukan kehati-hatian pengemudi. Ada badan jalan yang sebelumnya sudah mantap itu namun karena bencana terjadi longsoran atau badan jalannya amblas.
Di ruas Taripa-Beteleme, Kabupaten Morowali Utara, misalnya, ada enam titik badan jalan yang amblas dan berlubang-lubang sehingga kendaraan harus berjalan perlahan.
“Dalam rangka persiapan jalur lebaran tahun 2019 dilakukan upaya untuk dapat menunjang kelancaran arus lalulintas dengan kegiatan pemelihara kondisi jalan agar tetap fungsional. Semua ruas jalan yang longsor, amblas dan berlubang itu sedang kita tangani. Longsoran dibersihkan, jalan amblas ditutup dan dipadatkan disertai pemasangan penahan pinggiran, serta aspal berlubang ditambal (overlay), sehingga semuanya telah fungsional,” ujarnya.
Rozaidil mengatakan sebagai penanggung jawab pada ruas tersebut telah mendapatkan intruksi dari pimpinan untuk menjaga kondisi jalan mantap pada arus lebaran kali ini pada titik yang dianggap riskan bagi arus lalulintas untuk meminimalisir kecelakaan.
“Pelaksanaan pemeliharaan berupa perkerasan jalan (lubang), bahu jalan (genangan air, <10 cm, gerusan), saluran drainase (tersumbat) dan kelengkapan jalan (rambu-rambu dan marka jalan) agar dapat memberikan kenyamanan dan keamanan bagi pengguna jalan”. Ungkapnya.

Thank you, I havve recntly been lookinbg foor innfo alproximately thnis
tolic ffor a long time aand yyours is tthe greaatest I’ve found oout sso far.
However, wht iin reggards too the conclusion? Aree you suure coincerning tthe supply?
My website; asian.roloflix.com